December 30, 2010

December 29, 2010

Melek Realita

Yes, today i learn something. Kehidupan ini sangat luas. Sangat. Seperti kata salah satu teman saya, Nurul Parameswari, dengan nama account nya @TheNewRule, di bio twitternya yang menyebutkan: “this world is too wide to see with only two eyes. Alhamdulillah, Allah memberikan saya anggota tubuh lengkap, i have two eyes but still not able to see the whole world. Hari ini saya pergi bersama Tyas, Reszki, dan Ikhlas, oiya serta Luna tapi beliau datang belakangan sehingga tidak ikut mengobrol bersama kami. Kami berempat duduk di solaria sambil bercerita dan bersenda gurau. Topik obrolan kami sangat menarik. Saya pribadi shock mendengar isi dari cerita-cerita tersebut. Kesimpulan dari cerita-cerita tersebut adalah saya adalah orang yang tertutup. Apa yang saya ketahui tentang dunia ini begitu minim dan sempit. Saya tidak mengetahui kenyataan sosial yang ada di sekitar saya dan sekitar teman-teman saya, bahkan teman-teman saya sendiri pun terlibat langsung dalam kehidupan tersebut. Ternyata saya baru mengetahui kehidupan permabukan di Indonesia ini oleh mahasiswa, mereka melakukan kegiatan sosial tersebut sebagai hobi bahkan. Saya juga baru mengetahui beberapa waktu ini istilah mushroom untuk berhalusinasi, yang selama ini saya tahu hanya untuk dimakan, beracun, dan fermentasi. Terdapat juga mahasiswa yang merupakan aktivis di kampusnya, namun dia menyewa PSK. Tolong bayangkan PSK! Dan mahasiswa yang merupakan “kupu-kupu” (kuliah-pulang-kuliah-pulang) ternyata belum tentu lurus juga, bisa saja dirumah dia nyabu. Dan dari hidup 18 tahun di Indonesia, di kota megapolitan Jakarta, yang saya tahu hanya sebatas, menuntut ilmu, sekolah, kuliah, YPM, Lamuru, pacaran, tertawa bersama teman, berbincang-bincang dengan teman, membuat blog ini, buka situs menarik, social networking, membaca buku pelajaran, nonton TV acara apapun ditonton, makan, minum, jajan, olahraga seadanya, latian piano, menggambar, bernyanyi, melukis, bbm-in temen-temen untuk acara-acara surprise ulang tahun, dan sekitarnya. Telinga saya masih sangat asing dengan istilah rokok, club, mabuk, merek bir yg bermacam-macam, jamur halusinasi, ataupun PSK. Ditawarin rokok aja tidak pernah sepertinya (alhamdulilllah). Yah ternyata kita memang hidup di suatu dunia yang amat heterogen dan masih banyak sekali hal-hal yang asing bagi saya saat ini. Hari ini mata saya dibuka dan saya disadarkan dengan realita di sekitar saya. Perlu menurut saya untuk mengetahui, cukup sekedar tahu tidak apa-apa dalam rangka menghindari atau mencegah suatu yang tidak saya inginkan dan tidak baik untuk saya. Asalkan kita sudah cukup kuat dan dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk untuk dijalani atau ditinggalkan. Kita perlu filter yang canggih untuk menyaring informasi. Hiduplah bagaimanapun yang Anda mau, tapi sayangilah diri Anda sendiri, Anda seharusnya yang paling tau apa yang terbaik untuk Anda sendiri, meskipun apa yang menurut kita paling baik belum tentu sama dengan apa yang menurut Tuhan paling baik. Jadi bingung ya?

December 10, 2010

Curhat

Baru saja saya melihat foto yang ada di facebook saudara sepupu saya, dimana pikiran saya langsung terbuka lebar. Kehidupannya sangat menyenangkan, belajar di luar negeri, tinggal mandiri dan mengatur apa-apa sendiri, dengan jurusan yang sangat diminati dan bakat yang luar biasa. Sekali saya melihat, saya langsung iri. Kehidupannya terasa sangat indah, belajar sesuai minat, berteman, berpetualang, menghirup udara segar setiap hari, tidak ada peraturan yang mengikat dan mengatur, bebas seperti angin kemana saja bertiup. Perbedaan kehidupan bisa sangat terjadi jelas dalam waktu yang relatif singkat. Kehidupan saya sekarang sangat berbeda dengan kehidupan saya beberapa bulan yang lalu. Kegiatan yang memaksa saya menempuh jarak berkilo-kilo meter sehari dari bintaro-depok-manggarai dengan kemacetan Jakarta yang sangat subur. Jika ditanya apakah itu melelahkan, saya tidak dapat berbohong. Rasanya tidak terlalu santai memang, terutama dalam pembagian menempuh perjalanan yang cukup menghabiskan waktu, lalu berkurangnya waktu untuk istirahat dan santai. SANTAI! Benar-benar harus mengatur waktu, bahkan suatu hari pernah saya menargetkan waktu makan, mandi, solat, belajar, latihan piano, dan berbagai macam hal lainnya dalam waktu yang sangat sempit. Hal ini kadang membuat lelah fisik, tetapi terutama lelah secara mental. Melakukan aktivitas sebanyak itu dalam waktu tertentu amat menguras tenaga. Belum lagi kalau hari libur ada kegiatan seperti lamuru dan lain-lain yang terkadang membuat waktu istirahat kembali berkurang. Bahkan beberapa saat yang lalu, saya mengalami sakit kuning, karena kelelahan yang juga cukup menyita waktu saya. Namun, apakah semua kegiatan itu menyenangkan? Tentu saja, saya melakukan apa yang saya suka. Saya belajar ilmu hukum, dimana saya tidak lagi menyentuh ilmu IPA yang sangat memeras otak sepenuhnya. Ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang banyak jika dilaksanakan dengan kaedah yang seharusnya. Saya belajar piano klasik, selama hampir 12 tahun dengan semangat yang naik turun namun kecintaan yang selalu meningkat setiap saatnya. Saya menghabiskan waktu untuk berlatih sangat banyak jika dikalkulasikan dari awal pertama saya belajar musik. Saya melakukan kegiatan lamuru dengan skill yang terus berkembang, dengan kecintaan terhadap musik yang saya mainkan dan teman-teman terbaik yang saya kenal. Dan saya menjalani semua dengan hati yang gembira, walaupun mental kadang lelah akibat banyak sekali yang harus dikerjakan. It's okay! Apa yang saya dapatkan sesuai bahkan lebih dari apa yang saya usahakan. Jadi, kesimpulan sotoy nya adalah, kehidupan bisa dinikmati oleh manusia bukan tergantung dari volume kegiatan yang dilakukan tersebut, namun tergantung dari seberapa kita ikhlas dan cinta dalam menjalankan semua itu. Lagi pula, kita tidak sendirian, di setiap kegiatan yang saya lakukan, saya bersama teman-teman yang akan selalu ada di setiap kegiatan tersebut, termasuk di rumah atau di apartemen, saya punya keluarga. Bukan masalah kita tinggal di luar negeri, kosan, di rumah, atau dimanapun, tapi itu tergantung dari kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan. Jadi, berbahagialah orang yang senang dengan apa yang ia lakukan!

November 16, 2010

Target dan Hasil

Kita semua tau apa itu target, dalam pelatihan motivasi manapun pasti seseorang akan disuruh untuk membuat target untuk mengontrol pencapaian seseorang, sesuai dengan kemampuan dan tingkat kepuasan yang dicapai oleh orang tersebut. Kebanyakan orang, ya, bagi kebanyakan orang mempunyai target adalah suatu hal yang sangat penting, mereka biasanya mencatat target-target untuk periode tertentu dalam sebuah kertas atau buku pribadi. Tentu saja gaya (F) dan usaha (W) yang dilakukan oleh setiap orang pasti berbeda dalam mencapai target-target tersebut, dan semua itu membutuhkan waktu (s) dalam prosesnya, sehingga didapat rumus fisika yaitu
W = F . s yaitu usaha merupakan gaya dikali waktu
Tapi tanpa menyinggung para ilmuwan pengguna rumus ini, saya tidak akan membahas ini di artikel ini, ataupun dalam kehidupan akademik saya.
Target, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya biasanya ditulis seseorang, namun bagaimana kalau seseorang itu tidak cocok dengan metode penulisan? Saya mempunyai pengalaman tentang hal ini, pada saat saya kelas 3 SMA, seperti anak kelas 3 SMA pada umumnya, saya menetapkan beberapa target yang ingin saya capai dalam periode 1 tahun sampai kelulusan, yaitu tahun 2009 - 2010. Karena kejadian ini sudah lewat jadi mungkin tidak apa beberapa dari target itu saya tuliskan di disket otak ini:
1. Berhasil diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Ilmu Ekonomi
2. Mendapatkan peringkat 10 besar di YPM dalam kenaikan ke PK 3
3. Maju ke atas panggung pada saat wisuda karena prestasi
4. Try Out BTA 8 yang terakhir akan masuk ke 20 besar
5. Mendapatkan nilai yang memuaskan dalam Ujian Nasional
6. Jingle Dare 3 berada di puncak prestasi, London
Dari 6 target yang ingin saya capai, tebak ada berapa yang benar-benar berhasil?
Jawabannya adalah 1 target, yaitu saya mendapatkan peringkat ke-10 di YPM dalam kenaikan ke PK 3, dan itu pun sangat nyaris, hanya berbeda 0,25 dari peringkat ke-11, dan karena saya berhasil untuk yang satu ini, saya mentraktir teman saya Afiffa Mardhotillah di sederhana dekat sekolah untuk makan sepuasnya. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Tetot, saya tidak mencapainya, atau tidak benar-benar mencapainya.
Saya jelas tidak diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Ilmu Ekonomi. Saya diterima ditempat lain, yaitu Fakultas Hukum Universitas Indonesia jurusan Ilmu Hukum. Hal yang telah saya impikan selama 1 tahun terakhir langsung musnah setelah membaca pengumuman simak ui di kompas pada waktu itu.
Pada waktu wisuda ternyata saya maju ke atas panggung, namun sebagai wisudawan bukan sebagai siswa berprestasi yang mendapatkan penghargaan.
Try Out BTA 8 yang terakhir, saya mendapatkan peringkat 35 dan bukan 20 besar. Sedangkan teman saya ada yang mendapatkan peringkat 4 dan membuat saya cukup terkejut pada waktu itu, bukan karena teman saya yang mendapat peringkat tinggi, namun karena peringkat saya yang masih jauh dari target yang telah saya tetapkan.
Mendapatkan nilai yang memuaskan dalam ujian nasional. Sebenarnya saya tidak mendapat nilai yang buruk, cukup baik dengan rata-rata yang sebenarnya memuaskan. Namun, karena memuaskan adalah sebuah hal yang relatif, jadi saya memutuskan untuk membatalkan target ini. Sebuah pelajaran juga untuk pembuat target, dalam pembuatan target terdapat syarat mutlak yaitu TARGET HARUS JELAS.
Untuk target yang terakhir, sedikit konyol, saya menuliskan ini di buku agenda saya sehari sebelum penampilan semifinal kami. Dan ternyata hasilnya pun tidak seperti yang saya tulis. Kami, yaitu Lamuru, mendapatkan juara 5 pada saat semifinal se-Jabodetabek. Yang berhak masuk final adalah yang juara satu, dan juara 1 final akan terbang ke London dan mendapatkan gelar sebagai Juara Indonmie Jingle Dare 3. Sebenarnya kami mencapai puncak prestasi seperti yang saya tulis, yaitu juara 5 di semifinal. Namun kami jelas belum pergi ke London sebagai Juara di final. Dan untuk membohongi diri saya sendiri, saya mencoret kata-kata ‘London’ dalam daftar target saya sehingga seakan-akan target tersebut tercapai, dan sebenarnya itu menjadi target yang relatif dan tidak jelas seperti nilai UAN, sama saja. (Untuk tau cerita lengkap tentang petualangan Indomie Jingle Dare 3 bisa baca di disket otak sebelumnya, cerita yang seru lho, seperti cerpen-cerpen di kompas)
Yah begitulah kisah target saya. Tapi, apa inti dari cerita tersebut? Saya menyimpulkan:
Memang terdengar aneh, tapi karena kejadian ini saya jadi berpikir untuk tidak menetapkan target dengan menulisnya diatas kertas. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan saya tidak berhasil mencapai target tersebut, apakah karena saya tidak konsisten dalam pencapaian target, ataukah target itu seharusnya hanya kita yang tahu dan tidak boleh dilihat orang lain? (karena waktu itu sempat dilihat oleh teman) dan nampaknya saya merupakan perwujudan dari manusia yang seperti kata orang “just go with the flow” karena saya enjoy menjalani hidup saya, puas dengan apa yang saya bisa capai, namun tetap tidak pasrah apabila saya sedang jatuh dan berusaha untuk selalu bangkit lagi. Jika dari 6 target yang tercapai hanya satu, dengan kenyarisan pula, apakah artinya itu? Mungkin, target bagi orang seperti saya tidak butuh ditulis dalam lembaran kertas, namun seperti buku yang terkenal dan mungkin sudah pernah kita baca, saya hanya perlu menaruhnya 5cm didepan mata saya, sebuah visi dan misi yang terangkai dalam sebuah usaha dalam pencapaian target-target tertentu. Cukup dengan menaruhnya 5 cm didepan mata saya, agar dapat selalu saya lihat dengan jelas dan saya ingat, dan menjadikannya sebagai motivator terbesar dalam mencapainya.
Dari ketidakberhasilan saya dalam mencapai target-target yang telah saya tulis, saya belajar juga mengenai hal yang menurut saya sangat penting, sangat teramat penting, yaitu belajar ikhlas. Sehari sebelum pengumuman simak ui, saya masih berdoa pada saat solat isya, doa yang memohon agar saya diterima di jurusan ilmu ekonomi, doa yang tulus dan benar-benar memohon dan berharap pada Allah SWT. Namun, di pagi hari yang indah, ternyata saya tidak diterima di jurusan tersebut. Saya diberikan jurusan yang lebih baik dari ilmu ekonomi, yaitu ilmu hukum. Saya diberikan oleh Allah SWT dan saya yakin itu yang terbaik, meskipun tidak sama dengan apa yang telah menjadi target saya selama ini. Perubahan itu sangat singkat, hanya dalam beberapa jam saja saya langsung merubah pandangan saya dari ekonomi ke hukum. Apakah saya sedih waktu itu? Entah mengapa, tidak. Mungkin tipe “just go with the flow” juga mempengaruhi tingkat kesedihan yang saya alami, namun pada saat itu, saya hanya tersenyum dan berkata alhamdulillah karena saya telah berhasil diterima di Universitas Indonesia Fakultas Hukum jurusan Ilmu Hukum, dan alhamdulillah hal tersebut juga membuat orang tua, nenek, saudara saya tersenyum, jadi untuk apa saya bersedih? Begitu juga dengan hal yang lainnya, tidak menjadi 20 besar, tidak maju ke panggung, tidak jadi ke London, dan tidak jadi-tidak jadi lainnya, tidak membuat saya sedih karena ada satu sifat yang membuat seseorang selalu tersenyum dalam keadaan apapun, yaitu ikhlas. Seperti yang eyang saya tanyakan pada bulan Ramadhan yang lalu kepada salah satu ustadzah pengajian ibu-ibu:
Eyang: Bu ustadzah, amalan apa yang paling besar di bulan Ramadham?
Bu Ustadzah: Berpikir positif kepada Allah SWT
Dari sini kita tahu, memang berat sekali untuk melakukan ini, namun jika sudah bisa maka wajah Anda akan sangat jarang terlihat cemberut. Senyuman akan senantiasa bermunculan semerbak di wajah dan perasaan bahagia meliputi atmosfir disekitar Anda. Sifat-sifat yang sangat mulia menurut saya, menjadikan seseorang berhati putih, tidak berusaha melihat sisi buruk dari sesuatu kejadian atau bahkan seseorang, namun hanya mencari dimana positif, dimana positif, DIMANA POSITIF, dari apapun yang ada disekitar kita, dan asal tahu saja, hidup bukan main akan terasa indahnya jika kita bisa bersikap dan berideologi seperti ini.
Terakhir, pikirkan target yang tepat untuk Anda, konsisten dan disiplinlah dalam mencapai target tersebut, tentukan metode dalam menulis target Anda, dan apapun hasil dari target Anda, tersenyumlah, ikhlas, dan berpikir positiflah pada Allah SWT atas apapun yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Hanya di Disket Otak,
Bagus Joko Puruitomo

November 10, 2010

Dua Sahabat

Bagi seorang pianis, piano tentu adalah sebuah benda yang luar biasa penting. Entah bagi pianis lain, namun bagi saya piano adalah seperti pasangan hidup, terutama karena sudah bersama saya selama belasan tahun, pasti banyak sekali perjuangan yang ada diatas tuts putih dan hitam yang bertebaran diatas balok-balok kayu. Keringat dan air mata bercucuran yang telah dialami diatas alat musik bermelodi indah tersebut, pasti setidaknya membawa kenangan dan asam manis perjuangan yang akhirnya menghasilkan. Di bulan oktober 2010, akhirnya keluarga kami memutuskan sesuatu, yaitu membeli piano baru. Perasaan yang menyenangkan sebetulnya, mengingat piano lama yang telah hidup sejak ibu saya SMP, jauh lebih tua daripada saya sendiri. Piano baru itu akan menjadi teman saya dalam menjalani kehidupan musik yang penuh dengan warna, melodi, tantangan, dan kreatifitas, yang akan menemani saya mengarungi lautan kreatifitas yang membentang jauh di depan mata, apalagi saya sudah bermusik klasik dengan piano selama hampir 12 tahun, jadi ya piano baru itu juga bisa dianggap sebagai hadiah bagi saya selama ini dan sebagai pemicu untuk lebih semangat menjalani sekolah musik di YPM PK 3 untuk mencapai kelulusan yang sangat saya nantikan.
Lalu bagaimana dengan piano lama saya, yang telah menjadi sahabat dan guru saya selama ini? Untunglah masih disimpan di rumah, saya masih bisa dapat melihatnya, memainkannya setiap hari semau saya. Saya tidak meninggalkan piano tersebut, saya masih mencintainya. Yang telah membuat saya menjadi sampai seperti sekarang bukanlah piano yang baru, mulus, dan indah, namun piano yang sudah tua, berat, dan hitamlah yang telah berjasa selama ini, sampai melahirkan seorang pianis (seakan-akan saya sudah jago sekali ya? hmm) seperti sekarang.
Intinya, saya akan menyayangi kedua piano tersebut. Sebuah piano yang telah mendidik saya selama ini, dan sebuah piano yang akan menjadi pasangan pada tingkat yang lebih lanjut ini. Mereka adalah dua sahabat yang selalu setia menemani dan menjadi pelampiasan nafsu musik saya. So, play your instrument, feel the music, and love them!

August 26, 2010

Mau Jadi Demonstran?

Kuliah, dunia yang benar-benar baru. Dunia yang sedang saya singgahi saat ini, sebagai pengunjung baru, saya masih menyesuaikan dengan apa yang ada di dunia baru ini, yang jelas saya akan menjalaninya dengan penuh warna.
Saya adalah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, sebuah tempat yang dipilihkan oleh Allah SWT sebagai jalan menuju karir dan pengabdian terhadap bangsa dan negara Indonesia. Terdapat banyak hal baru yang saya temua disini, namun saya ingin membahas satu topik yang menurut saya populer dan sering dibahas dikalangan mahasiswa (setidaknya mahasiswa rekan-rekan saya sefakultas) yaitu "demonstrasi".
Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini? Saya pribadi akan mengungkapkan apa yang saya rasa untuk hal yang satu ini. Jujur saja, saya pribadi termasuk orang yang tidak setuju dengan aksi demonstrasi. Mengapa? Karena beberapa alasan ini.
Saya masih tidak bisa melihat apa tujuan dari demonstrasi. Untuk apa orang mendemo? Supaya masuk TV? Supaya terlibat aktif dalam sebuah organisasi? Tanda kepedulian mahasiswa terhadap bangsa? Tidak setuju dan ingin melakukan aksi protes terhadap pemerintah? Untuk apa? Jika memang aksi demonstrasi adalah cara terakhir agar pemerintah setuju dengan suara dari mahasiswa, apakah itu berpengaruh terhadap perubahan kebijakan tersebut? Apakah pemerintah akan membuka telinga untuk mendengar mahasiswa yang berdemonstrasi di jalan? Kalau saya menjadi pemerintah, mungkin saya tidak akan menggubris para demonstran. Sebagai mahasiswa saya lebih setuju dengan membuat pemikiran yang logis dan bermanfaat yang berhubungan dengan kebijakan publik dan memberikan usul tersebut kepada pemerintah, ataupun kepada universitas. Tentu saja tidak dengan cara bodoh seperti mengetuk pintu DPR dan langsung ingin berbicara kepada komisi tertentu untuk mengusulkan suatu hal, namun dengan cara yang cerdik dan efektif dengan didasari sebuah teori kuat dan berguna bagi bangsa sehingga akan menggerakkan hati pemerintah untuk mempertimbangkan usulan kita. Cara apa itu? Saya jujur saja belum tau cara yang efektif, namun saya yakin pasti ada caranya. Mungkin dengan menjadi mahasiswa berprestasi atau menjadi orang terkenal akan membuat suara kita, yang mungkin juga mewakili suara dari mahasiswa, didengar oleh orang lain. Pasti ada berbagai macam cara, selain berdemo. Lagi pula seperti yang kita tahu, demonstrasi massa akan setidaknya menimbulkan kerugian masyarakat, entah itu membuat macet, bising, dan lain-lain. Kepedulian terhadap bangsa bukan berarti berada di front depan untuk berbicara dengan keras dan menghakimi pemerintah. Kepedulian juga bisa berarti belajar keras dengan niat ikhlas mengabdi pada negara setelah lulus nanti. Jika memang seseorang peduli terhadap bangsa, tentnya seseorang tersebut tidak akan ragu untuk memberikan kontribusi tenaga dan pikirannya untuk bangsa ini. Dan menurut saya, orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa berbuat sesuatu untuk memperbaikinya, tidak ada gunanya sama sekali. Siapa yang tahan dengan mulut besar tanpa skill dan kemauan untuk menjalankan tugas. Ini semua tergantung dari pandangan kita masing-masing tentang pengabdian terhadap bangsa, apakah dengan cara berdemo, atau dengan cara lain? Silahkan temukan jawaban Anda sendiri.

July 01, 2010

Lapar Lanjut Sampai Kuliah

Ingat para lapar? Pernah gue post di akhir tahun 2008 atau awal tahun 2009. News update: mereka sudah mendapatkan makanannya masing-masing. Meskipun udah makan, entah mereka udah kenyang atau belum, pastinya tergantung kapasitas perut masing-masing. Yang jelas di akhir SMA ini, mereka udah tau tujuan kuliah masing-masing, bagus sekali. Tapi kayaknya anggota lapar pemilik blog ini akan kuliah di tempat yang berbeda dari anggota lainnya, sayang sekali. Alhamdulillah, teknologi canggih jaman sekarang mempermudah komunikasi antardaerah atau antarnegara. Jadi, selamat makan semuanya!



P.S. ayo berjuang haus, masih banyak kesempatan di kampus kalian!

June 24, 2010

Perubahan Status

Ada yang berubah akhir-akhir ini. Tentu saja status sebagai siswa menjadi mahasiswa. Setelah meninggalkan sekolah, inilah saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi hal baru. Perubahan status ini juga disertai dengan perubahan sikap ke arah yang lebih positif. Semangat baru, santai, senyum, percaya diri, doa, pandangan optimis, dilengakpi juga dengan ambisi dan target sebagai manusia yang mempunyai arah dan tujuan. It's gonna be great. Sampai jumpa di kampus!

Data Diri Buken

Nama: Bagus Joko Puruitomo
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 1 Desember 1992
Email: bagus_joko@hotmail.com
Kesan dan Pesan: Beruntung gue masuk Labsky
Hal-hal yang diingat:
TO Banyuwangi, menjadi composer lagu-lagu Bintama dengan teman-teman konyol di XC, BINTAMA, Sky Choir (Janger, Kelap-kelip, Heal the World, Gaudeamus Igitur, Mars Labschool dan masih banyak dengan personil nya yang suka ganti tiba-tiba dan Pak Okto yang sedang enjoy ngajar di Singapura), OSIS Diwakara Balasena (ehem, seksi apa nih? kesenian, kesehatan, pubdok, edu, sie bajok), XI IPA 2 (Parah khusus yang ini: dodge ball, kartu las vegas, buka puasa bersama, puncak lanjut poke sushi, akan selalu dufan), XII IPA 2 (surprise orang-orang dengan keberhasilan di awal dan semakin lama orang yang di surprisein makin sadar, drama Isis and Osiris dengan pemeran spontan tanpa script dan hasil yang tersukses, perpisahan di anyer yang paling seru dengan team banana boat plus pipis orang-orang di laut), LAMURU (semua job sukses mupun gagal yang gue ikuti dari mulai hard rock, ranch market, FEUI Cup, Sky Battle 2008, XLENT HEROES, Expo Ekskul 2008, WWF, SKY AVENUE PIRATES, Fruit Tea, Yamaha, Sky Battle 2009, Expo Ekskul 2009, Sky Avenue Magic Town, dan masih banyak lagi), Indomie Jingle Dare 2010 and our trip to London (seandainya), teman 3 Tahun yang selalu gue lihat di kelas (Afiffa, Reszki, HPL, Icat), teman belajar bersama paling sukses dan hebat sedunia (Raihan dan Faradina), teman 6 tahun (Reszki, Denden, Dede, Raihan, Yudiandra, Alvin), teman XII IPA 2 yang mengajarkan pelajaran berharga (Odi, Raihan, Reszki, Shanaz, Netta, Danses, Ivy, Intan, Afiffa), teman topik politik (Tarash, Aldo, HPL, Gocap), teman BINTARO (Imo, Anggie, Garini, Arsydito, Ina, Tegar, Nurul, Shasti, Reszki, Faris, Dian), saya bukan dan tidak akan jadi umat (Yudiandra), Composer Bintama (Nana, Denden, Reszki), Band Prom Night (Ameng, Djaffri, Haniff, Odi, Afiffa), saudaraku yang paling pintar sedunia dan menjadi panutan (Fira), tiba-tiba jadi saudara (Wanna, Ameng), teman sebangku BTA (reva), teman nyeberang ke ilmu social (Fhatiah), teman pulang bersama (Anggie, Adit, Denden, Reszki, Imo, Arsydito, Garini, Ina, Nurul), Project Fellas paling berbakat sedunia (Nurul, Arsydito, Imo, Gote), teman seperjuangan senin malam pak sunardi (Ina), pak ustad (Ikhlas), mas Bagus (Rhea), poindexter lo! (Alvin), dijit berlian (Nindy), kalo sudah jadi pemain di java jazz karena alunan saxophone tolong hubungi saya (Wanna), orang amerika (Demi, Sabrina), bos yang membawa suasana anu dan paling keroncongan (Ramzi), teman terdekat terlawak dan terbejat sejak tahun 2004 (Reszki), penjaga rahasia terbesar selama SMA (Anggie, Adit, Ramzi), teman diskusi dan bertukar pendapat paling menyenangkan (Adit, Afiffa), LAPAR kelompok luar biasa yang akhirnya mendapatkan makanan masing masing dan kalo ngaku kenyang itu mungkin bohong dan kita tau siapa yang paling alim (Ramzi, Adit, Alvin, Wanna), dan penghargaan terbesar jatuh kepada orang yang menjadi pacar saya sewaktu SMA dan memberikan pengalaman yang seru meski galak tetapi baik dan sangat bisa diandalkan plus hadiahnya seperti video lukisan cd sketch dan lain-lain yang sangat menyenangkan untuk saya berikan (Viandari Kusumawicitra)

May 19, 2010

Favorite Quotation

"Jangan pernah putus asa menjaga Indonesia. Saya berkali-kali cari alasan, tapi saya menampar diri saya untuk mengingatkan bahwa tak perlu alasan untuk bisa mencintai negara ini."


Sri Mulyani Indrawati

(dikutip dari: kompas.com)

Rasanya sudah terlalu banyak yang ia berikan untuk negara ini, dan saya adalah manusia paling beruntung di muka bumi untuk mendapatkan kesempatan yang tidak semua orang bisa dapatkan. Alhamudlillah, terimakasih banyak. And you know what?



Indonesia lov
es you, just like you love Indonesia

May 06, 2010

Gumpalan Daging


Protes atas masalah-masalah negara dan menyalahkan bahkan menjatuhkan orang yang berjasa besar bagi Indonesia. Adakah otak ataupun hati nurani yang berfungsi? Atau mereka hanya gumpalan daging?

April 18, 2010

Puisi Para Pemimpi

Rahasia

Kuberi tahu satu rahasia padamu, Kawan

Buah paling manis dari berani bermimpi

Adalah kejadian-kejadian menakjubkan

Dalam perjalanan menggapainya

Karya: Andrea Hirata
Maryamah Karpov halaman 434


March 27, 2010

Betul, Betul, Betul

Kalau tempo hari ada konfrontasi mengenai pengklaiman kesenian dan warisan kebudayaan Indonesia oleh negara tetangga kita, Malaysia, saya tentunya membela Indonesia. Namun, ada satu hal yang Indonesia kalah dari Malaysia, sesuatu yang belum bisa Bangsa Indonesia kalahkan. Hal tersebut adalah, Upin dan Ipin.
Pada saat minggu Ujian Nasional, saya menonton televisi di rumah sebagai sarana istirahat. Saya memindah-mindah channel dan saya menemukan sebuah TV Shows berjudul Upin dan Ipin. Setelah saya menyaksikan acaranya, saya terkagum-kagum dengan isi cerita, nilai moral, dan amanat kartun lucu ini. Karakternya unik. Upin dan Ipin yang senang bermain dengan teman-temannya dan selalu dimarahi oleh kakaknya, Kak Ros, selalu tertarik akan hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Serial tersebut juga dilengkapi oleh nasihat nenek (atau opah) yang memberikan nasihat yang berguna untuk semua orang. Dari segi animasi, kartun ini juga menarik dan berkualitas. Dari segi seni kartun, Indonesia jelas kalah dengan Malaysia.
Sepupu saya, bernama Agung, bersama mahasiswa lainnya dari Indonesia, pada saat ini sedang menuntut ilmu di negeri tersebut, dengan jurusan desain animasi. Mereka kreatif dan bisa diharapkan untuk memajukan perkartunan Indonesia yang saat ini masih tertinggal. Semua bisa diusahakan asal kita optimis dan yakin dengan tujuan.
Selamat kepada Malaysia atas Upin dan Ipin, dan selamat berjuang untuk Indonesia!

March 24, 2010

It Was After The Job

Baru saja kemarin sejak saya menonton lagi video itu. Video bodoh, lucu, sangat terkenang di dalam benak saya momen tersebut. Heran juga mengapa dulu saya bisa seperti itu. Kejadian setelah job lamuru FEUI CUP Oktober 2008. Yaah, saksikan saja sendiri

March 18, 2010

Melukis Diatas Kanvas Dunia

Seseorang bisa dibilang pintar karena ada yang lebih bodoh
Seseorang bisa dibilang kaya karena ada yang lebih miskin
Seseorang bisa dibilang tampan karena ada yang lebih buruk
Seseorang bisa dibilang kuat karena ada yang lebih lemah

Intinya, semua yang Allah SWT ciptakan di dunia ini mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Jadi, bukanlah suatu hal yang bijak untuk merendahkan orang lain. Dunia ini penuh dengan warna karena perbedaan yang kita miliki. Perbedaan inilah yang akan saling melengkapi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Ada baiknya juga untuk kita mensyukuri apa pun yang Allah SWT telah berikan kepada kita. Sabar, Rela, Ikhlas, dan Syukur. Meskipun buta warna, dunia ini akan tetap terlihat warna-warni.

March 12, 2010

Putra Bangsa Indonesia

Congratulations King David for the first time winning of The Biggest Loser Asia! You makes Indonesia proud, and someday, my turn will come. Amin

February 13, 2010

Satu Hari, Satu Juta Pengalaman

Pagi ini gue bangun tidur dan solat subuh berjamaah. Ya, kami sekeluarga berdoa untuk hari-hari ke depan, termasuk hari yang penting ini. 13 Februari 2010, adalah hari dimana kami, Lamuru, tampil di acara semifinal Indomie Jingle Dare 3.
Jam 8 adalah waktu dimana seharusnya kita berkumpul di rumah Nurul. Yah, beberapa emang tepat waktu. Gue datang setelah Leri, Imo, Dito, dan Ilin. Aktivitas sudah dimulai. Leri, Dito, dan Ilin sedang nyanyi-nyanyi di depan piano sedangkan Imo dan Nurul menyaksikan pemenang Semifinal Indomie dari kota lain lewat YouTube. Gue gabung bareng Imo dan Nurul. Tak lama kemudian, Gote datang. Aktivitas pun kami lanjutkan dengan perubahan acara, gue duduk di kursi piano dan memainkan alunan misty diikuti suara merdu emas milik Gote dan Dito. Di meja makan, Nurul, Ilin, Imo, dan Leri sedang makan Indomie goreng. Entah karena demam Indomie atau karena ingin mendapatkan feel sedang makan mie pada saat tampil, yang jelas gue hanya ingat Ilin yang sedang menirukan iklan Indomie (bagian menyeruput mie) dan mie dia tersedak sehingga mie nya jatuh lagi ke piring. Tidak ada seorang pun yang bertahan tidak tertawa. Begitu juga dengan Leri dan Gote yang kejar-kejaran sampai Gote ingin bersembunyi di toilet, sungguh konyol. Sampai akhirnya jam 9 lewat, anggota kita yang terakhir, Thomy, datang dan kita pun memulai latihan.
Latihan kami lakukan di lantai 2. Latihan terakhir sebelum tampil. Pada saat latihan ada sesuatu yang tidak kami duga. Imo, ternyata mengalami sensor (yang tidak perlu gue sebutkan). Latihan pun menjadi sangat berat (buat dia). Kami yang bingung pun akhirnya memutuskan untuk solat dhuha dulu sekalian berdoa untuk kesuksesan nanti. Setelah solat, gue, Ilin, Dito, Gote, dan Nurul berumbuk bagaimana caranya kita mensugesti Imo agar dia tidak terlalu merasakan penderitaan itu. Akhirnya timbullah akal anak IPA yang sok tau dan sangat tidak berdasarkan teori yang kita pelajari. Siapa yang peduli? Yang penting kan Imo sembuh. Akhirnya Gote dan Nurul pun bercerita tentang selaput dan hormon yang (mungkin) dipercaya Imo. Solusinya adalah minum air putih yang banyak. Alhasil, Imo pun berangsur-angsur pulih sampai pada akhirnya tidak merasakan sakit apapun. Entah mengapa Ia bisa merasakannya di awal latihan.
Saatnya daftar ulang, Nurul yang berangkat. Ia mengambil ID card kami dan kami melanjutkan latihan serta mempersiapkan segalanya. Ada lagi masalah, minus one yang akan kami gunakan nanti ada di iPod Nurul, yang mana iPod nya mengalami eror. Minus one entah mengapa menjadi bertempo cepat. Sungguh tidak wajar. Namun itu dapat teratasi dengan iPod Dito dan Black Berry Gote. Acara lanjut seperti biasa.
Untuk tampil, kami memakai kostum casual ( kalau mereka menyebutnya street, gue ga ngerti gaya kayak gimana tuh) dengan jaket parasut dan kaos. Oh tidak, Gote lupa bawa jaket gue! Tapi ga masalah, supirnya langsung melesat balik ke rumahnya dan mengambil jaket parasut yang (kata Gote lho) membuat gue jadi ganteng abis. Setelah gue liat temen-temen lain, yaah mudah-mudahan ada tambahan nilai deh dari asset kita. Persiapan pun terus dilakukan. Gue dan Thomy pun sempat mengganti kulit floor biar mantab suaranya, sebenernya kita ngadem sih di studio rumah Nurul karena tempat yang nyaman dan dingin.
Waktunya berangkat. Lokasi terletak di Lapangan Parkir Ocean Park BSD. Kami memakai 3 mobil: Thomy, Leri, dan Nurul. Barang-barang sudah diangkut. Ini keterangan mobilnya:
- Mobil Leri: Leri dan Dito
- Mobil Nurul: Nurul, Imo, dan Gote
- Mobil Thomy: Thomy, Ilin, dan Gue
Di mobil Thomy cerita tentang kejadian pada saat Ia dan beberapa teman mengalami kecelakaan di BSD. Alhamdulillah mereka semua selamat, kalau dengar ceritanya parah ekstrim abis. Setelah itu gue turun di teraskota untuk mengambil uang dari kakak, lalu menyusul yang lain di lokasi tampil. Jam 2 siang acara mulai. Lamuru mendapatkan urutan kedua. Kami berdoa agar dapat menampilkan yang terbaik. Setelah pemanasan vokal dengan Gote dan Imo, inilah saatnya tampil.
Gue meberikan aba-aba dan keyboard Leri mulai menyanyikan melodi dari Black Eyed Peas, I Gotta Feeling. Suporter heboh. Semua bermain maksimal. Suara Imo dan Gote pol. Pada lagu kedua, lagu original Indomie, kami sedikit berlomba dengan minus one, namun masih dapat teratasi dengan baik. Lagu ketiga, mantab. Suara kepecah semua mengalunkan nada-nada yang memanjakan telinga.
Dewan juri (Nugie, Kunto, Denny) bilang: Lamuru unik, suara Gote super khas (suara emas), GRAND FINAL, konsep baik sekali, pattern masih bisa divariasikan sehingga menjadi konsep keren dan tidak membosankan. Overall: (Y)
Turun panggung kita puas. Ketemu-ketemu dulu sama suporter. Makasih buat semua suporter yang datang, walaupun telat gapapa, terimakasih banyak! Setelah itu kami makan siang. D'cost udah ga bisa mesen, terpaksa ke teraskota. Kami pun berpencar disini.
Jam 7 malam kami berkumpul kembali. Kami menyaksikan pertunjukkan dari 3 band terakhir yang tampil. Gue dan Nurul lebih fokus melihat juri-juri dibelakang. Kami tidak tahu harus senang kalau juri mengkritik pedas atau harus ikut sedih. Yang jelas pada saat itu kami merasa harus sangat merendah diri dihadapan Allah mengenai hasil juara yang akan kami dapatkan nanti.
Kami pun ke back stage untuk menunggu pengumuman. Dibelakang panggung, kami berdelapan membuat lingkaran dengan kursi-kursi dan duduk saling berhadapan. Disana kami berdoa agar mendapatkan yang terbaik dan agar ikhlas menerima apapun. Hati berdebar-debar sangat kencang. Sambil menunggu, tim Lamuru pun main do mika do dan angkat2 jempol (belum pernah gue dengar nama permainan itu). Sebelum selesai kami main, pengumuman 5 besar pun dikumandangkan. Gue bisa dengan detak jantung gue sendiri sampai pada akhirnya nama Lamuru ditampilkan di layar. Alhamdulillah. Kami naik ke atas panggung, saling berpegangan tangan satu sama lain untuk menerima hasil selanjutnya.
MC mengumumkan juara berdasarkan urutan kelima sampai kesatu. Pengumuman juara keliam, MC menyebutkan Lamuru. Kami shock. Cepat sekali kami berada di atas panggung. Namun dengan irama perlahan kami maju ke depan dan menerima hadiah. Juri memberikan kami selamat dan berfoto bersama. Setelah itu kami langsung turun panggung dalam diam. Semua duduk kembali. Gue mengusulkan untuk pindah tempat ke lapangan parkir untuk membicarakan ini semua. Saat kita tiba di gerbang keluar backstage, suporter memberikan selamat pada kami semua. Pada saat itu Gote dan Ilin sudah menangis deras. Akhirnya mereka pun kami rangkuldan kami bawa ke tempat parkir yang sepi untuk berkumpul sejenak.
Kami membicarakan semua yang telah kita lewati. Suasana yang syahdu, sedikit mengecewakan dari yang kita harapkan. Gote dan Ilin tetap menangis. Akhirnya kita mulai berbicara dan berpikir bersama-sama. Usaha yang kita lakukan telah membawakan sebuah hasil yang sangat baik. Kita berjuang selama ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan kita telah mendapatkannya. Meskipun kami tidak juara 1, tapi kami tetap melakukan dan mendapatkan yang terbaik. Dan Allah pasti punya maksud lain terhadap kami berdelapan sehingga kami belum diloloskan ke babak final. Setelah merasa baikan, kita bersujud syukur bersama. Setelah itu kami pun bertemu suporter lainnya dan mereka memberikan lagi selamat kepada kami. Sampai akhirnya kami pun pulang (tidak nonton Nidji). Thomy dan Dito pulang ke rumah masing-masing dan kami sisanya menuju ke rumah Nurul.
Di rumah Nurul kami makan PHD, Alhamdulillah sekali perut terisi. Oleh-oleh Nurul dari London pun kami dapatkan. Sampai akhirnya kami dapat sms dari Dito yang menyemangati kami semua. Melegakan sekali. Akhirnya yang lain pun mengikuti apa yang Dito lakukan. Kami mengobrol di rumah Nurul dan memutuskan untuk tidak berhenti dan bubar disini. Hari yang kita lewati ini di ajang Indomie Jingle Dare 3 hanyalah sebuah permulaan dari kesuksesan besar yang akan kita raih di kemudian hari. Tetap semangat dan berkarya, melakukan yang terbaik. Ikhlas dan kuat menerima hasil apapun yang kita dapatkan. Seperti roda, kehidupan tidak selamanya diatas, dan pada malam ini kita berada di atas, kita juara 5 dari ratusan pengirim Jingle Indomie sejabodetabek, meskipun belum mencapai puncak. Kesedihan pun lama kelamaan menghilang dan berganti dengan kepuasan dan rasa bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah Ya Allah, hari ini kami mendapatkan sesuatu pelajaran dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Beruntunglah orang yang memandang apapun dari lensa kacamata seorang optimis.

Glosarium:
Gue: Bajok

Tujuan:
Mendokumentasikan kejadian besar tanggal 13 Februari 2010 lewat karya seni tulisan

Thanks to:
Allah SWT
Orang tua dan keluarga
Lamuru Indomie Jingle Dare 3 members: Nurul, Dito, Gote, Imo, Leri, Thomy, and Ilin
Suporter yang men-suport kami

Kesan:
Kita luar biasa dan menyenangkan banget bisa dapet pengalaman ini

Pesan:
Jangan berhenti begitu aja setelah hari ini, lanjut terus!

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...