November 10, 2010

Dua Sahabat

Bagi seorang pianis, piano tentu adalah sebuah benda yang luar biasa penting. Entah bagi pianis lain, namun bagi saya piano adalah seperti pasangan hidup, terutama karena sudah bersama saya selama belasan tahun, pasti banyak sekali perjuangan yang ada diatas tuts putih dan hitam yang bertebaran diatas balok-balok kayu. Keringat dan air mata bercucuran yang telah dialami diatas alat musik bermelodi indah tersebut, pasti setidaknya membawa kenangan dan asam manis perjuangan yang akhirnya menghasilkan. Di bulan oktober 2010, akhirnya keluarga kami memutuskan sesuatu, yaitu membeli piano baru. Perasaan yang menyenangkan sebetulnya, mengingat piano lama yang telah hidup sejak ibu saya SMP, jauh lebih tua daripada saya sendiri. Piano baru itu akan menjadi teman saya dalam menjalani kehidupan musik yang penuh dengan warna, melodi, tantangan, dan kreatifitas, yang akan menemani saya mengarungi lautan kreatifitas yang membentang jauh di depan mata, apalagi saya sudah bermusik klasik dengan piano selama hampir 12 tahun, jadi ya piano baru itu juga bisa dianggap sebagai hadiah bagi saya selama ini dan sebagai pemicu untuk lebih semangat menjalani sekolah musik di YPM PK 3 untuk mencapai kelulusan yang sangat saya nantikan.
Lalu bagaimana dengan piano lama saya, yang telah menjadi sahabat dan guru saya selama ini? Untunglah masih disimpan di rumah, saya masih bisa dapat melihatnya, memainkannya setiap hari semau saya. Saya tidak meninggalkan piano tersebut, saya masih mencintainya. Yang telah membuat saya menjadi sampai seperti sekarang bukanlah piano yang baru, mulus, dan indah, namun piano yang sudah tua, berat, dan hitamlah yang telah berjasa selama ini, sampai melahirkan seorang pianis (seakan-akan saya sudah jago sekali ya? hmm) seperti sekarang.
Intinya, saya akan menyayangi kedua piano tersebut. Sebuah piano yang telah mendidik saya selama ini, dan sebuah piano yang akan menjadi pasangan pada tingkat yang lebih lanjut ini. Mereka adalah dua sahabat yang selalu setia menemani dan menjadi pelampiasan nafsu musik saya. So, play your instrument, feel the music, and love them!

2 comments:

  1. waw piano baruuu.. berarti skrg di rumah ada dua ya jok?

    ReplyDelete
  2. iya na, sekarang ada dua hehe

    ReplyDelete

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...