Showing posts with label Stories. Show all posts
Showing posts with label Stories. Show all posts

September 19, 2018

Puitis dan Deskriptif

Saya masih ingat rasanya sendiri selama hampir 4 tahun tanpa memiliki pasangan. Sejak di awal tahun 2013 terakhir melakukan aktivitas "pacaran", saya belajar sesuatu untuk lebih berhati-hati dalam menjalani hubungan. Just to be clear, maksud saya berhati-hati bukan dalam rangka mengantisipasi suatu hal yang salah pada pasangan kita, melainkan untuk terlebih dahulu mempertimbangkan kesiapan diri saya. Mungkin Allah masih mengarahkan saya untuk belajar banyak hal lainnya.

Saya selalu berpikir bahwa cinta itu datang dengan instan, menggebu-gebu, dan tanpa izin. Ibarat seseorang yang tanpa alasan logis dapat tiba-tiba mengalami candu terhadap orang lain. Saya masih tetap bertahan dengan pandangan tersebut hingga beberapa tahun ke depannya. Hingga akhirnya saya mengalami sendiri perasaan cinta.

Saya sempat berpikir rasanya seperti kembang api warna warni, timbul keinginan untuk hidup bersama seseorang sehidup dan semati. Ternyata tidak se-lebay yang saya pikirkan, justru sangat sederhana yaitu hanya dilandasi keyakinan.

Kembali ke kali pertama saya bertukar pikiran dengan istri saya. Sejak hari itu, ada keyakinan dalam diri saya untuk mengenal wanita ini lebih jauh, untuk bertukar pikiran lebih dalam, dan untuk akhirnya mengajak hidup bersama. Keyakinan yang berbeda dari yang selama ini ada, keyakinan yang makin kuat setiap harinya. Jika ditanya apakah di detik itu saya sudah cinta, saya tidak tahu sejujurnya. Tapi hal itu bukan masalah karena keyakinan itu terasa nyata.

Keyakinan itu mungkin merupakan petunjuk dari Allah untuk saya untuk lebih serius dengan wanita ini. Mengingat saya tipe pria yang menuruti hati nurani, jadi saya fokus mengusahakan hubungan ini untuk dapat dijalani. Tiga minggu berikutnya setelah terjadinya pertukaran pikiran pertama kali, saya menyatakan intensi saya untuk melangkah ke arah pernikahan serta meluapkan isi hati. Saya menyampaikan hal tersebut dalam rangka memperjelas posisi, dilandasi atas niatan suci. Hal tersebut memang perlu, mengingat seorang wanita butuh sesuatu yang pasti.

Beberapa minggu setelahnya saya bertemu dan menyampaikan maksud kepada orang tua istri saya. Dilanjutkan dengan prosesi lamaran 3 bulan berikutnya, dan pernikahan 6 bulan setelahnya.

Dan sejak hari pertama ijab kabul barulah cinta saya rasakan. Cinta yang selama ini saya pertanyakan, makin hari makin jelas dirasakan. Terpupuk hari demi hari dari proses menjalani rumah tangga berdua, sharing pemikiran dan pandangan berdua, berbagi peran berdua, hingga saat ini kami mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua juga berdua.

Keyakinan memang datang begitu saja yang saya rasakan, tanpa angin dan tanpa hujan, benar-benar bersifat instan. Tapi cinta, yang jauh lebih dalam dan menyenangkan, setiap hari tumbuh di tengah-tengah ikatan suci berupa pernikahan.

Personal note:
Ya intinya di atas lagi coba buat tulisan yang puitis dan deksriptif. Ingin berniat lebih rajin menulis, karena saya pribadi males kalau cuman nongol di instragram pake bahasa-bahasa romantis. Kalau tulisan bisa jadi karya yang lebih manis.
Untuk lembaran berikutnya, mungkin saya mau coba menjelaskan kehidupan rumah tangga. Peran seorang suami dan istri yang hidup bersama. Pandangan-pandangan langka untuk diceritakan kepada pembaca. Meskipun ga terlalu banyak yang baca, ya gapapa, siapa tau tetap bisa memberikan makna. Salam hangat dan selamat bekerja!

May 18, 2018

Currently in My Office

It's May 2018 and it's crazy how life has changed since the last time I checked this blog. I'm currently in my office after solat jumat (a usual activity for moslem around the world), and I'm reading my old posts and suddenly want to write again (although i'm not so sure if I'm gonna do it again soon after this).

Life has changed a lot. Obviously, because now I'm married with the woman I love. I still remembered how confused I was back then, back to the time when I literally didn't have any clue about whom will I get married to. And the answer came in November 14, 2016. Our parents introduced us (they were friends back in college). We're officially became husband and wife in November 26, 2017. And this is me and my wife.

(a valentines card I made her last February, just for fun)

And we're about to have our first baby (Alhamdulillah).

I actually want to share wonderful things like this in social media where everyone is able to see. But at the same time I don't really wanna show what actually happens in my life. I'd prefer to keep it personal and let my family and my closest (or daily) friends to know what actually happens with us. So again I thank this blog for being my personal media (accessible but not publicly known) to share these good stuff.

Enjoy life people, because the more grateful we are, the more happy life we get. Once again, Alhamdulillah.

July 10, 2016

Lesson Learned: Be Humble (and a not-so-important announcement)

There were times where I had a great intention to do something good, to make changes, to be beneficial for my surroundings, without any personal interest. And turned out, I got lots of things I wasn't even expecting at the beginning such as: experience, achievement, recognition, reputation, appreciation, and the list goes on. It was one of the best moment of my life and I was proud.

Proud. I realized now that "proud" is a dangerous word. If I may confess, being proud is enjoyable. I love the fact the people respected me for the things I had done. 

I opened a new chapter of life as an employee. I still had a great intention to do something good, to make changes, and to be beneficial for my surroundings. The only difference was this time I was doing it with some personal interest. I wanted people to know I have a great quality. I wanted to be under the spotlight, at the center of attention. Wanting something like that isn't fully bad though, it pushes yourself to give your best in everything. But maybe I was over-wanting it, and that's where I needed to be stopped.

Long story short, without any luxury to choose, I was placed at this hidden temple. Being inside can be interpreted as "not being under the spotlight, not at the center of attention". Although I've tried my best, the hidden temple still can't be randomly seen. So I can't be seen either. It stressed me out.

After months (almost a year I guess) of contemplation and self introspection, and inspiring discussion with lots of great people, I finally realized that Allah was showing me a way to keep me right on track. If I wasn't placed at the hidden temple, I might have become an arrogant person which it can't be good.

They said life is an endless roller coaster ride and I do agree now. I was at the point where I was so confident facing life after achieving successes. I changed to be a bit self centered and believe it or not it affected my life a lot. I always knew that Allah will always give what's best for me including placing me in the hidden temple. But knowing that theory didn't instantly help me escape from the stress I had. It took almost a year of struggling with my own pride, to kill my own feelings, and to earn all the positivities back, until I was able to accept my condition.

Now that I've (hopefully) passed all the hard times, I can be more grateful to be inside my hidden temple. It made me learn to be okay not always being under the spotlight, at the center of attention. Luckily, the lesson inside this wonderful place made myself to be more humble. I'll keep learning and doing my best. Like I said earlier, life is an endless roller coaster ride, it goes down sometimes, but it will go up again eventually.

Anyway as an announcement (if there are still someone to be announced: the reader of this blog which I doubt would be that many lol), I'm getting more active in soundcloud, making some original songs. For anyone who cares enough to listen may click this link: https://soundcloud.com/bajoked  enjoy!

Cheers

(And thanks to my friend BS for editing all the above)

December 13, 2015

To Not Stop Caring

It is clear that you will definitely get more responsibilities for being a caring person. And sometimes you get overwhelmed by all the endless to-do-list for the sake of taking care of someone (or something). You start to think maybe it's the right time to care less, to reduce the contribution for your surroundings, to be more concentrated to yourself. But you suddenly realize that it will not happen that way. You just can't stop caring. It is basically who you are. And you get overwhelmed again. And again. And the only thing that can make you stick out to not stop caring is by remembering that every kindness in this world will not be wasted just like that. Every single good things that you do leads to another good things. And yes, you know that God doesn't sleep. All the kindness will eventually go back to you. 

April 06, 2015

A Tiny Step

It's April already. Life goes really interesting these days. I've been so busy and tired, but the difference is now I have motivation. Strong reason to stay up late, read lots of papers, study hard, compete, and survive. What I am currently doing might not be considered as something big, but it is a little part of being a good citizen. A little piece of contribution I can give to my country. A tiny step to make Indonesia better.

January 30, 2015

Things That Could Not Be Measured

I live my life with lots of measuring, logically and rationally. I learned last night, thanks to Mom, that life is beyond than that. Even though you've already done all the things righteously, you might not get what you actually deserve at that moment. She told me that God is always watching out for us, and by not getting rewards at the moment you've done all of your obligations, it doesn't mean that you won't get any. God only wants us to learn how to be patient. A person has two choices in facing this kind of situation: 1) upset, or 2) accept. The first choice will make the person miserable whereas the second one might keep their happiness alive. And above all that, we (me and my Mom) finally came up with the conclusion of: "God will give your reward at the perfect time, you might not understand right now, but we should only believe that eventually God will give it to us, and being patient will only make the reward worth to wait."

December 31, 2014

Before Midnight

I am currently inside my room at New Year's Eve without any plan to celebrate. Just sitting and think how lucky I am to have this imperfect wonderful life. And still having a chance to face another incredible yet mysterious year(s) ahead, sounds amazing. Thank you Allah.

July 15, 2014

Tengok Sedikit Perjalanan yang Indah di Belakang, Saatnya Melangkah Maju

Semester 1
Awalan yang baru. Kehidupan kampus plus sekolah musik klasik yang harus diselesaikan. Bintaro - Manggarai - Depok menjadi rute yang biasa ditempuh. Berat. Tapi menarik sekali. Meskipun sempat sakit kuning karena kelelahan.

Semester 2
Mulai bekerja pada organisasi ALSA. Menjadi penjual piscok selama 2 bulan, laku keras, monopoli perdagangan. Bermain bersama BCC (jangan tanya singkatannya).

Semester 3
Semester paling sibuk kegiatan kemahasiswaan. Sembilan kepanitiaan dan menjadi official MCC ALSA untuk pertama kalinya. Go-kill!

Semester 4
Cobain Mooting Internasional (meski jadi tim berkas paling anteng duduk menunggu dan menahan ngantuk depan panggung). Dan Ecomp! Lebih penting dari kuliah pastinya. Mendapatkan bonus pengalaman memiliki IP dibawah 3,00. Fun.

Semester 5
Persiapan menjadi Director ALSA LC UI. Plus kembali lagi menjalani kehidupan sebagai official MCC ALSA.

Semester 6
Bekerja dan menjalani hari-hari sebagai Director ALSA LC UI. Mempertaruhkan nama baik ALSA LC UI saat ada Semunas XX yang diselenggarakan di Hotel Putri Duyung Ancol. Berhasil.

Semester 7
Masih sebagai Director ALSA LC UI. Terlalu sayang sama seluruh isinya. Menangis bagaikan Air Terjun Niagara saat Musyawarah Lokal turun. Dan kembali lagi menjalan kehidupan sebagai official MCC ALSA.

Semester 8
Internal Mooting, kata orang keputusan gila. Tapi alhamdulillah berhasil mendapatkan juara 2 dan memperoleh predikat Penuntut Umum Terbaik bersama The A Team Generasi Ke-3. Dan pastinya, penulisan skripsi. Sidang skripsi, menegangkan, tapi menyenangkan di akhirnya. Puas akan hasilnya. dan itu benar-benar menjadi akhir dari perjalanan kehidupan sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Saya selalu ingin masuk Fakultas Ekonomi Unviersitas Indonesia saat SMA, dan pada akhirnya diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia adalah salah satu anugerah yang paling besar diberikan Allah SWT kepada saya. Tidak ada penyesalan sedikit pun. Sama sekali. Sudah tuntas semua yang saya ingin lakukan di masa kuliah ini. Pelajaran yang saya dapatkan banyak sekali. Terima kasih Ya Allah, sekarang karena sudah melewati semua hal tersebut, saya menjadi saya yang sekarang. Dan akhirnya saya memiliki gelar.

Bagus Joko Puruitomo, S.H.

May 12, 2014

The A Team 2014: Jaya, Jaya, Jaya!

Saya tidak ingin menyesal hidup di dunia ini, itu mengapa saya masih berani mencoba Internal Mooting 2014, setelah turun jabatan sebagai Director ALSA LC UI, serta sambil mengerjakan skripsi yang harus selesai semester ini agar dapat lulus. Dan saya harus mengatakan ini adalah salah satu pengalaman terbaik saya selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Berikut adalah beberapa hal yang tidak ingin saya lupakan dari tim ini:
  1. Tim kami adalah tim yang mau bekerja keras. Terlihat dari durasi dan intensitas latihan kita, memotong hari libur, akitifitas dengan keluarga dan teman, dan lain-lain.
  2. Tim kami memiliki komposisi yang ideal. Terdapat orang yang pintar riset, pintar acting, pintar berbicara, pintar berkas, pintar koordinasi, pintar berpikir kreatif, dan pintar mengetahui kemampuan orang lain sehingga bisa membagi-bagi tugas dengan baik.
  3. Tim kami memiliki lelucon yang akan selalu saya rindukan, seperti lelucon intonasi, lelucon cari berbicara, lelucon gerak-gerik lucu, lelucon kata-kata, bahkan lelucon "vulgar" yang tiada henti. Setidaknya lelucon ini yang dapat membuat mata kami terbuka hingga fajar.
  4. Tim kami membuat kami sebagai anggotanya menganggap mooting bukanlah sebuah beban, melainkan tujuan bersama yang ingin kami raih. Sehingga, latihan bersama menjadi terasa menyenangkan.
  5. Tim kami tidak pernah menjalin "tali kasih". Ini merupakan hal yang jarang bagi suatu tim mooting, dimana selama satu bulan lebih kita latihan tidak pernah kami melewati "tali kasih" dimana semua orang menyampaikan kekesalannya terhadap timnya sendiri. Bukan berarti kami tidak memiliki potensi untuk konflik, melainkan manajemen perasaan dan atmosfer tim disini cukup baik sehingga dapat selalu meredakan konflik yang berpotensi muncul.
  6. Tim kami kompak, solid, dan menjalani semua hal bersama. Hal tersebut terlihat pada latihan tiap malam, pengerjaan, pengumpulan berkas, hingga pengumuman atas hasil dari perlombaan, kami selalu menghadapinya bersama-sama dengan lengkap tanpa kurang satu orang pun.
  7. Tim kami tetap mengerjakan berkas hingga mengumpulkannya dengan tepat waktu (1 Mei 2014 pukul 15.00 WIB, tepat dengan batas waktu yang ditentukan panitia), dan kami mengerjakannya bersamaan dengan teman-teman anggota tim angkatan 2012 dan 2013 menjadi panitia Ecomp.
  8. Tim kami tidak patah semangat saat adanya keterbatasan akomodasi ruangan latihan dan lain-lain. Kami berlatih hampir sebulan di Student Center, bahkan dua malam di kantin Margonda Residence, dan kami tetap semangat.
  9. Tim kami mengajari kami arti dari kata "berjuang" dengan mati-matian namun dengan cara yang menyenangkan.
Atas perjuangan yang telah kami lakukan di atas selama satu bulan lebih, akhirnya kami berhasil mendapatkan penghargaan sebagai berikut:
  1. Majelis Hakim Terbaik Pool A
  2. Penuntut Umum Terbaik Pool A
  3. Penasehat Hukum Terbaik Pool A
  4. Berkas Terbaik Pool A
  5. Majelis Hakim Terbaik Final
  6. Penuntut Umum Terbaik Final
  7. Juara 2 Internal Mooting Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2014
Untuk itu, saya sebagai Ketua Tim Internal Mooting dari The A Team 2014 ingin mengucapkan orang-orang yang telah banyak berjasa, antara lain:
  1. Rhezza Adsadera
  2. Gilang Nusantara
  3. Bani Rahmania
  4. Tsaniya Ingrida
  5. Fahdrazi Fahmy
  6. Ninda Afifah
  7. Nabadita Octovy
  8. Jeremiah Sianturi
  9. Firdha Amalia
  10. Yohanes Partogi
  11. Devina Ariany
  12. Astari Fadhila
  13. Erico Novianto
  14. Yudi Riyanto
  15. Nadya Cesaria
serta mentor kami yakni:
  1. M. Tanziel Azizie
  2. Ray Baskoro
karena telah luar biasa membantu saya agar tidak menyesal sebagai mahasiswa hukum. Kalian tidak akan bisa saya lupakan. Dan terima kasih juga kepada Board of Directors ALSA LC UI 2104 (Ganis Syahputra, Zessica Nababan, Aldhira Pramantari, dan Rizkya Metrisa) yang selalu membantu kami sejak pendaftaran hingga pengumuman, padahal ada banyak kerjaan yang juga harus kalian kerjakan.

Pada akhir pengumuman saat kita mendapatkan juara kedua dengan nilai yang sama dengan juara pertama, saya sendiri (dan beberapa teman lainnya) menangisi hal ini. Mungkin terdapat sedikit kekecewaan, namun kami ikhlas menerimanya. Dan menangis, mungkin itu bisa dijadikan indikator rasa sayang kami terhadap tim yang telah menjadi keluarga paling dekat selama satu bulan ke belakang. Dan pastinya, pembelajaran kami dapatkan, bahwa diatas semua usaha yang kita lakukan masih terdapat Tuhan yang menentukan.

Kebersamaan yang kita jalani tidak terlalu lama, namun pelajaran yang saya dapatkan dari kalian sudah luar biasa. Terima kasih, teman-teman. Saya sayang kalian!


Penghargaan dari ALSA LC UI

Sertifikat Juara 2

Closing Ceremony


Setelah Penampilan Penyisihan
Setelah Penampilan Final


Majelis Hakim Penyisihan dan Final


Penuntut Umum Penyisihan dan Final


Penasehat Hukum + Terdakwa Penyisihan dan Final


Selfie versi cut




March 14, 2014

Satu Semangat Mengacungkan Tangan

Di kelas siang itu, dosenku memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang ia sampaikan. Semalam sebelumnya, aku telah terlebih dahulu membaca dan menyerap isi materi dari perkuliahan siang itu dari buku yang aku pinjam di perpustakaan minggu lalu. Aku bersyukur otakku masih dapat bekerja sebagaimana fungsinya, jawaban dari pertanyaan dosen tersebut telah aku ketahui dan siap aku luncurkan di tengah ruangan lebar berkapasitas seratus orang tersebut.

Tapi ada yang mengganjal. Tanganku tidak dapat bergerak. Tanganku tidak ingin berpindah tempat dari pangkuanku. Tangan bandel yang tidak ingin dinaikkan ke atas agar dosen tersebut dapat melihat bahwa aku hendak menjawab pertanyaan yang beliau ajukan. Aku bingung dengan kelakuan tanganku sendiri yang berani membangkang.

Telah terjadi pergulatan hebat di dalam pikiranku. Sebagian dari diriku menginginkan menjawab pertanyaan dari dosen tersebut, semata-mata demi kepentingan akademis dan ilmu pengetahuan bagi diriku dan rekan seperjuangan mahasiswa lainnya. Aku tahu jelas jawabannya dan aku akan dapat menjawabnya dengan tepat. Namun, sebagian dari diriku yang lain memaksa tanganku kaku tak berpindah agar dosen tersebut tidak menunjukku untuk menjawab pertanyaan yang beliau berikan.

Ini adalah ...

Takut. Rasa takutlah yang membuat tanganku diam seperti batu. Kekhawatiran berlebihan dari pikiranku sendiri saat ada sembilan puluh sembilan pasang mata menatap diriku begitu aku mengeluarkan kata pertama dari mulutku. Mata yang menatap menghakimi. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan, apakah mereka menganggap aku bodoh, sok tahu, bahkan tidak tahu malu sehingga berani menjawab pertanyaan dari dosen hanya dengan bermodalkan ilmu yang aku miliki.

Apakah akan berakhir seperti ini?

Dalam kepelikan batinku, aku berpikir. Bagaimana jadinya jika semua orang sepertiku. Bagaimana jika tidak ada lagi santri yang berani menjadi ustad yang berdakwah karena takut dianggap sesat? Bagaimana jika tidak ada lagi atlet yang berani bertanding atas nama bangsa karena takut membawa kekalahan yang memalukan? Bagaimana jika tidak ada lagi rakyat yang berani untuk jadi pemimpin negeri ini karena takut menerima kritikan pedas dari rakyatnya sendiri?

Ketakutan-ketakutan itu adalah awal kehancuran, dan aku tidak mau menjadi orang yang melakukannya.

Aku diam dan berpikir. Pergulatan batin kembali terjadi. Hingga akhrinya, aku berhasil mengalahkan rasa takutku. Semangat itu datang. Satu semangat mengacungkan tangan.

Otakku berhasil memberikan sinyal perintah untuk tangan kananku. Bergerak perlahan tetapi pasti. Tinggi menjulang ke arah langit-langit kelas.


Pada siang itu, aku menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dosenku di dalam kelas. Aku telah melakukan perubahan.

February 17, 2014

To Be Clear Enough

I am certainly not in love. Well yes, I can never stop staring at her everytime she walks in front of me. But I can't feel the butterfly. There is no skipping heartbeat.

January 19, 2014

Tidak Akan Pernah Sia-Sia

Banyak orang yang bertanya mengapa sampai pada tahap ini saya masih melakukan tugas ini. Rutinitas tiada akhir. Tahun ketiga saya melaksanakannya. Pernah saya berdiskusi dan berkesimpulan bahwa hanyalah "orang gila" yang mau melakukan apa yang saya lakukan sekarang. Saya tidak bisa mundur. Ini adalah pilihan saya, yang harus saya cintai. Saya hanya butuh bertahan dan melakukan yang terbaik.

Untuk itu, saya ingin berterimakasih kepada Tuhan yang memberikan saya alasan untuk mengerjakan ini semua:

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"
(Q.S. Adz-Dzariyat: 56)

Setidaknya saya tahu yang saya lakukan tidak akan pernah sia-sia.

December 08, 2013

The Ex-Director's Letter

Kepada yang tersayang Board of Directors, Badan Pengurus Harian, dan Staff ALSA LC UI Periode 2013.

Hi kids, setahun ini sudah menjadi tahun yang sangat menyenangkan bagi saya pribadi (dan semoga kalian juga). Percayalah, bagi saya kalian adalah keluarga yang sangat membanggakan.

Telah sangat banyak pelajaran yang saya dapatkan dari kalian untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih sangat banyak.

Saya juga berharap kalian dapat belajar banyak dari setahun kepengurusan kemarin. Dan yang paling penting adalah jangan pernah berhenti belajar (di ALSA mungkin untuk lebih spesifiknya hehe).

Jika masih terdapat kekurangan selama kepemimpinan saya, saya ingin memohon maaf.

Saat ini telah ada Director baru, yakni Ganis Syahputra. Dukunglah dia, dan percayalah bahwa dia bisa membawa ALSA LC UI menjadi organisasi, keluarga, tempat belajar, serta rumah yang lebih baik dari tahun ini :)

Akhir kata, sampai jumpa di lain kesempatan. Saya tidak akan pernah bisa lupa dengan kalian semua. Sampai jumpa :)

ALSA Always Be One!

(The Final) Director's Letter

Dear ALSAians,
Sebelum pesan ini saya bacakan, perlu kalian ketahui bahwa surat ini akan menjadi pesan terakhir saya selagi masih menjadi Director Asian Law Students’ Association Local Chapter Universitas Indonesia (ALSA LC UI). Saya membuat pesan ini dengan segala kemampuan yang saya miliki, untuk merangkum satu tahun terakhir yang telah kita semua lalui, dan untuk memberikan pendidikan terakhir sebagai pemimpin dari organisasi yang kita cintai bersama, ALSA.
Untuk menyampaikan semua hal tersebut, saya mungkin akan terlebih dahulu bercerita sedikit mengenai perjalanan saya di ALSA hingga menjadi Director ALSA LC UI. Pada Idul Fitri tahun 2010, tetangga saya, yang merupakan anggota ALSA LC UNPAD, datang ke rumah saya untuk bersilaturahmi. Mungkin dengan izin Tuhan, beliau bercerita banyak tentang ALSA, dimana kejadian itu menjadi titik awal saya untuk tergerak untuk bergabung ke dalam organisasi ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti OLMA dan menjadi anggota ALSA LC UI angkatan 2010.
Tahun pertama, yakni 2011, saya menjadi Staff External Affairs. Pada tahap ini, saya belajar sangat banyak mengenai ilmu-ilmu dasar untuk bekerja di ALSA, sama dengan apa yang kami ajarkan ke kalian pada tahun ini. Saya mulai mengenal acara lokal, nasional, serta internasional saat saya menjadi staff. Sebuah awal permulaan yang baik dan menyenangkan untuk melanjutkan karir di ALSA LC UI.
Perjalanan saya dari Staff External Affairs, berlanjut pada divisi yang sama yakni menjadi Manager External Affairs. Bersyukur perlu sekali saya ucapkan untuk kepengurusan tahun 2012 itu. Jelas, pada tahun ini saya mendapatkan pelajaran yang amat penting untuk menjadi pemimpin yang baik. Saya memiliki staff yang menjadi tanggung jawab saya untuk dimbimbing menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Tanpa terasa, di penghujung tahun 2012, saya memutuskan untuk menjadi Director ALSA LC UI. Saya harus menyiapkan diri dan konsep untuk menghadapi Musyawarah Lokal, yakni forum yang akan menentukan apakah saya akan menjadi Director atau tidak. Ternyata, alhamdulillah, dengan usaha dan doa, pada tanggal 28 Desember 2012 saya dilantik menjadi Director ALSA LC UI berdasarkan keputusan musyawarah yang mufakat.
Setelah ini, saya akan merunut semua kejadian yang terjadi pada ALSA LC UI selama satu tahun kepengurusan yang saya pimpin. Sebuah tahun yang fantastis yang terangkum dalam sebuah pesan singkat ini.
Bulan Januari, ALSA LC UI dipadatkan dengan kepengurusan baru. Terbentuklah Board of Directors (BOD) ALSA LC UI tepat pada tanggal 7 Januari 2013. Perjalanan dilanjutkan dengan terbentuknya Badan Pengurus Harian (BPH).
Pada bulan Februari, diawali dengan kompetisi peradilan semu yang paling bergengsi di Indonesia, National Moot Court Competition ALSA National Chapter Indonesia. Acara ini juga merupakan pertama kalinya saya berperan dan bertanggung jawab sebagai Director ALSA LC UI dalam mengikuti acara nasional. Alhamdulillah, saat itu kami mendapatkan juara 3. Pada bulan ini juga dilaksanakan staffing serta Rapat Kerja ALSA LC UI pada awal kepengurusan. Pada waktu yang bersamaan juga dilakukan Forum Penentuan Calon NB dan/atau IB untuk anggota ALSA LC UI.
Maret 2013 merupakan salah satu bulan yang bersejarah untuk ALSA LC UI, yakni bulan dimana ALSA LC UI menjadi host dari acara nasional Seminar dan Musyawarah Nasional (Semunas) XX ALSA National Chapter Indonesia. Sebagai Director, hal ini merupakan sebuah pengalaman yang tidak tertandingi saat dimana UI sebagai Local Chapter harus menjadi tuan rumah yang baik di mata nasional. Keberhasilan acara ini membuat saya amat bangga terhadap Local Chapter kita, atas kerja keras yang dilakukan oleh seluruh panitia. ALSA LC UI juga mengeluarkan produk Newsletter pertama yang dibagikan saat acara Semunas XX ALSA National Chapter Indonesia. Pada bulan ini juga dilaksanakan ALSA Bonding.
Pada bulan selanjutnya, April, dilaksanakan juga acara Public Speaking Training, E-Comp Junior, serta The 17th ALSA National English Competition. Tahun ini merupakan tahun bersejarah pula bagi ALSA LC UI, dimana terdapat dua acara raksasa yang harus diselenggarakan oleh ALSA LC UI dengan jarak yang hanya satu bulan. Delegasi ALSA LC UI juga mengikuti kompetisi bahasa inggris terbesar di Indonesia ini dan berhasil meraih juara 1 untuk dua kategori, yakni Shanna untuk kompetisi Story Telling, dan Hilda untuk kompetisi Speech.
Bulan Mei juga menjadi bulan yang padat untuk ALSA LC UI. Kami menyelenggarakan ALSA Watch, Analyze, and Discuss, ALSA Birthday, serta Table Discussion. Saya juga berangkat ke Jogjakarta untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional, dimana kami dari ALSA LC UI mengajukan Edward Jeremy Bangun sebagai calon President ALSA International Board. Di Jogjakarta, kami dari ALSA LC UI juga membagikan Newsletter kedua, serta memperlihatkan video ALSA Birthday produksi ALSA LC UI yang luar biasa. Tidak disangka pula, pada bulan ini The A Team yang merupakan perwakilan tim ALSA LC UI untuk Internal Mooting FHUI berhasil meraih juara 1, serta mendapatkan predikat berkas terbaik, Majelis Hakim terbaik, Penunutut Umum terbaik, dan Penasehat Hukum terbaik.
Pada bulan Juni, dilaksanakan acara Summer School, Evaluasi Paruh Tahun ALSA LC UI, ALSA Career Talkshow, Legal Discussion, dan LC Visit. Bidding OLMA dilakukan juga pada bulan ini dan terpilihlah Avianita sebagai Project Officer dari OLMA.
Bulan Juli merupakan bulan yang berbeda, karena terdapat delegasi ALSA LC UI yang berangkat ke acara Seminar dan Workshop Nasional ALSA National Chapter Indonesia di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Kami juga berhasil mendapatkan predikat Most Active Delegates, dan khusus untuk Michael Bolga menjadi Best Delegates. ALSA LC UI juga telah mencetak merchandise paket 1 untuk dijual pada acara nasional ini. Pada bulan ini juga dilaksanakan Alumni Gala, dan terpilihnya Armand Maulia Harahap sebagai Project Officer dari ALSA Care berdasarkan hasil bidding.
Bulan Agustus diawali dengan Transfer Knowledge OLMA dan ALSA Care. Pada bulan ini terdapat pula Welcome Maba, dimana ALSA LC UI memasang stand yang sangat menarik perhatian mahasiswa baru. Pada bulan ini juga kami melakukan Latihan Presentasi untuk Calon International Board. Produk ALSA LC UI berupa magazine juga diterbitkan pada bulan ini. Tidak lupa pula kami mengirimkan Greeting Cards untuk lembaga-lembaga di FHUI dan Alumni ALSA LC UI.
Bulan September diisi dengan acara-acara seperti ALSA Olympic, Graduation Dinner, ALSA International Video Conference, serta Pra OLMA.
Berlanjut pula ke bulan Oktober dimana delegasi ALSA LC UI berangkat ke Semarang untuk mengikuti Pramunas dan Outward Bound ALSA National Chapter Indonesia. ALSA LC UI telah mencetak merchandise paket 2 untuk dijual pada acara ini. Sehari setelahnya, ALSA LC UI langsung menyelenggarakan OLMA. Selain itu, ALSA LC UI juga menyelenggarakan Legal Visit serta ALSA E-Law. Pada bulan ini, Newsletter ketiga juga dicetak. Latihan untuk mempersiapkan kompetisi NMCC ALSA 2014 juga telah dilakukan sejak bulan ini.
Bulan November menjadi bulan yang paling padat dan sibuk untuk ALSA LC UI. Pada bulan ini dilakukan bidding E-Comp dan terpilihlah Clarissa Frederika sebagai Project Officer. Kami juga menyelenggarakan Legal Coaching Clinic, Alumni Sharing, ALSA Care, Interview Training, dan Workshop bersama Lawfirm HHP. Dalam bulan ini juga terdapat delegasi ALSA LC UI untuk kompetisi Indonesia MUN, yakni Dimas Ramadhansyah. Selain itu, terdapat juga ALSA Inaugurasi yang untuk menyambut anggota ALSA angkatan 2013.
Sampai juga pada akhirnya bulan Desember, dimana pada bulan ini diadakan Transfer Knowledge E-Comp, Rapat Besar ALSA LC UI, serta Musyawarah Lokal yang sedang berlangsung saat ini. Perlu diingat juga bahwa setiap bulannya akan selalu ada Majalah Dinding baru yang diterbitkan oleh ALSA LC UI sebagai ulasan kegiatan serta pusat informasi organisasi ini. Setelah terselenggaranya Musyawarah Lokal ini, masih pula terdapat Workshop bersama Lawfirm ABNR, Farewell, serta kompetisi NMCC ALSA 2014 yang akan kami laksanakan setelah ini.
Pengalaman menjadi Director ALSA LC UI bukanlah pengalaman yang dapat terlupakan seumur hidup. Pelajaran yang saya ambil tidak dapat dihitung dengan bilangan angka, terlalu banyak, dan terlalu menyenangkan. Sebagai Director ALSA LC UI, saya merasa sangat puas dengan apa yang telah kita semua lakukan selama ini, tiada penyesalan. Dengan demikian, saya sebagai Director ALSA LC UI ingin berterimakasih kepada yang tertulis dibawah ini.

  1. Allah SWT
Karena atas rahmat dan ridho-Nya, saya bisa menjalani tugas dan amanah sebagai Director ALSA LC UI selama setahun ini. InsyaAllah, semua yang saya lakukan ini tidak lain hanya dalam rangka untuk beribadah serta mencari ridho Allah.

  1. Orang tua dan keluarga
Dukungan tanpa henti dari segi moril maupun materil yang tidak terhingga sangatlah memberikan ketenangan bagi saya untuk mengemban amanah selama setahun ini.

  1. Senior ALSA LC UI
Terima kasih atas bantuan Abang dan Mba, sehingga saya dapat belajar dengan sangat baik hingga saya menjadi Director. Ilmu yang Abang dan Mba berikan kepada saya telah berlanjut diterapkan di ALSA LC UI.

  1. Divisi-Divisi ALSA LC UI

    1. Secretary
Dedikasi tinggi dan juga kemampuan luar biasa kalian sangat membantu keberlangsungan ALSA LC UI selama satu tahun ini, terutama untuk terselesaikannya LPJ ALSA LC UI periode 2013. Terima kasih atas kontribusi kalian, Astrid dan Lubna.

    1. Treasurer
Sejarah tercatat dimana kalian dapat memenuhi kewajiban uang kas anggota ALSA LC UI, mengatur cash flow, dan berlaku informatif dan kordinatif dengan saya sampai dengan akhir tahun. Terima kasih atas ketelitian kalian, Onca dan Nacil.

    1. Finance
Saya tidak dapat mengatakan betapa bangganya saya dengan divisi yang menjadi tiang penopang keuangan ALSA LC UI ini. Tanpa ada divisi kalian, ALSA LC UI tidak akan dapat menjalankan semua program kerja yang telah ditetapkan. Terima kasih atas kerja keras kalian, Nimas, Ruby, Niya, Dita, Alex, Frede, Raras, dan Mili.

    1. Internal Affairs
Untuk divisi “anti kendor” ini memang tidak perlu diragukan lagi kinerjanya. Kesuksesan kalian dalam menyelenggarakan acara-acara yang esensial dan menentukan keberlangsungan ALSA LC UI telah membuktikan kualitas kalian sebagai anggota ALSA LC UI. Terima kasih atas semangat “anti kendor”-nya Ncek, Avi, Mamun, Avi, Fariz, Rifqi, Nataya, dan Kharisma.

    1. External Affairs
Sebagai Director, saya tidak pernah meragukan dedikasi kalian. Setiap hari kalian perlu berhubungan dengan NB dan/atau IB untuk mempertahankan ALSA LC UI sebagai bagian dari asosiasi mahasiswa hukum Asia. Terbukti, bahwa kalian memang sangat membanggakan. Terima kasih atas dedikasi besar kalian Ganis, Riri, Ditho, Butol, Hani, Mita, Pucil, dan Tsaniya.

    1. Legal Research and Development
Tulang punggung ALSA LC UI memang berada pada tangan kalian. Pada tahun ini kalian telah berhasil meningkatkan kualitas anggota ALSA LC UI dalam bidang hukum secara signifikan. Banyak sekali pelajaran hukum yang kita dapatkan setahun ini. Untuk itu, terima kasih atas kecerdasan kalian, Puput, Kotak, Ravi, Aldy, Alma, Nisa, Chandra, Firdha, Jasmine, Aca, Diar, Rama, Raoul, Shanna, dan Ricky.

    1. ALSA Gathering
Salah satu kebahagiaan besar yang didapatkan oleh ALSA LC UI tahun ini tentunya dikarenakan kedekatan kita antar sesama anggota. Divisi kalian adalah divisi yang berhasil membawakan kedekatan bagi para anggota ALSA LC UI. Terima kasih atas keceriaan yang selalu kalian bawa, Pradita, Depe, Abimanyu, Alisya,. Monic, Michael, Iyo, dan Batak.

    1. ALSA Training
Training yang kalian bawa tidak dapat dipungkiri sangat membantu anggota ALSA LC UI dalam pelatihan soft skill. Tidak hanya itu, divisi kalian telah banyak sekali membantu anggota ALSA LC UI dalam menyelenggarakan acara-acara besar ALSA LC UI. Tanpa kalian, ALSA LC UI tidak akan bisa menjadi sebaik sekarang. Terima kasih atas kebermanfaatan yang kalian bawakan ke keluarga kita, Jeje, Ebel, Dimas, Kemal, Bibil, Aldi, Cacas, dan Zarina.

    1. English Training
Peningkatan yang sangat signifikan betul-betul kami rasakan di ALSA LC UI tahun ini pada divisi English Training. Kalian bukan hanya membawa kebermanfaatan pada teman-teman panti asuhan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun kalian juga sangat membawa kebaikan itu kepada anggota ALSA LC UI. Terima kasih atas perubahan menuju ke arah kebaikan yang kalian bawakan, Aldhira, Dimjie, Intan, Gilang, Tami, Unique, Dahlia, Dea, Diza, Marvin, Oinie, Reyhan, dan Steffie.

    1. Internal Public Relations
Penambahan tugas untuk yang saya berikan pada divisi ini sangat bermanfaat untuk memperkokoh sistem keanggotaan ALSA LC UI tahun ini. Majalah dinding yang kalian kerjakan setiap bulan juga menjadi corong informasi bagi semua anggota ALSA LC UI. Terima kasih atas kreatifitas yang selalu kalian berikan, Canna, Manda, Djawa, Ayu, Tasya, Nadira, dan Azza.

    1. External Public Relations
Produk yang kalian hasilkan adalah produk yang amat dibanggakan oleh ALSA LC UI. Kerja keras kalian di bidang media cetak dan multimedia telah banyak sekali membantu ALSA LC UI dalam penyelenggaraan semua acara. Tanpa kalian, ALSA LC UI tidak akan dapat bertahan. Terima kasih atas ketahan-bantingan-nya sepanjang tahun untuk mengerjakan program kerja, Hannan, Upi, Sonia, Abi, Ekki, Hiyal, Jopi, Nadia, Anggi, Tara, Tahlia, dan Vanya.

    1. Alumni Relations
Divisi ini telah sangat berjasa bagi ALSA LC UI karena selalu membantu anggota dalam hal berhubungan baik dengan alumni. Bukan hanya itu, kalian juga selalu membantu divisi lain dalam membantu mengerjakan program kerja mereka. Tanpa divisi kalian, ALSA LC UI akan kehilangan satu elemen penting, yakni alumni. Terima kasih atas usaha kalian menjaga salah satu elemen terpenting di ALSA LC UI, Nina, Bani, Anna, Bryan, Defa, Franz, Adi, dan Ninda.

  1. Board of Advisors (BoA)
Saya pribadi, sebagai Director ALSA LC UI, ingin berterima kasih banyak atas kehadiran BoA dalam menemani seluruh rangkaian kegiatan yang ALSA LC UI lakukan selama satu tahun ini. Kalian telah banyak sekali memberikan masukan serta solusi bagi ALSA LC UI. Tanpa kehadiran kalian, ALSA LC UI mungkin tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. Terima kasih kepada chairperson dari BoA, Arianne Astrinia dan Mba Yustisia Avyanti.

  1. Teman-teman ALSA LC UI angkatan 2010
Terima kasih teman-teman atas dukungan kalian selama ini. Kalian telah memberikan banyak sekali masukan yang bermanfaat untuk ALSA LC UI. Pengalaman kepanitiaan bersama kalian mulai dari OLMA, ALSA Care, E-Comp, Semunas, dan acara-acara lainnya sangat membekas di hati saya. Saya harapkan perjuangan kita bersama dahulu dapat memberikan manfaat kepada kita di kemudian hari.

  1. Beberapa kategori di ALSA LC UI

    1. Orang-Orang Inspiratif
Untuk semua pihak yang telah memberikan inspirasi kepada saya dalam memimpin ALSA LC UI, senior, junior, dan teman seangkatan, saya ucapkan terima kasih.

    1. Teman-Teman Kontributif
Kontribusi yang kalian lakukan untuk ALSA LC UI menyebabkan keluarga kita menjadi baik seperti sekarang. Saya berterima kasih kepada kalian atas hal tersebut.

    1. Anak-Anak Berprestasi
Terima kasih atas prestasi yang kalian berikan untuk mengharumkan nama ALSA LC UI dengan usaha keras kalian selama ini.

    1. Manusia-Manusia yang Berdoa
Dengan adanya kalian, ALSA LC UI tentunya terbantu dalam segi spirituil. Untuk itu, saya patut untuk berterima kasih kepada kalian.

    1. Geng Mandiri dan Tidak Terikat
Khusus buat kelompok ini, terima kasih karena telah banyak sekali menemani kesepian saya selama setahun ini. Akan selalu saya saat dimana kita bernasib sama dan menjadi back up untuk satu sama lain. Terima kasih karena telah banyak sekali mewarnai hari-hari saya.

    1. Geng Fakir Akhlak
Meski kalian fakir akhlak, namun kalian merupakan salah satu sahabat terbaik saya yang pernah saya temukan. Seluruh topik yang pernah kita bicarakan dalam satu tahun kepengurusan akan menjadi rahasia kita yang masih akan berkembang. Saya harapkan kita semua masih tetap dapat menjadi sahabat.

    1. Teman Bercengkrama
Kategori ini terdiri dari semua elemen yang ada di ALSA LC UI atas dasar semua hal yang kita perbincangkan. Terima kasih karena kalian telah mengizinkan saya untuk mengenal kalian semua lebih jauh. Saat menjadi Director, saya menjadi lebih mengenal 102 orang lain yang menjadi keluarga besar saya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pelajaran yang saya ambil pun tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dengan demikian, saya mengucapkan terima kasih kepada teman bercengkrama selama satu tahun kepengurusan ini.

  1. Board of Directors
Kalian adalah ketiga orang yang menempati posisi sebagai orang yang sangat saya sayang di ALSA LC UI.

    1. Anissa Paramita Gunarso
Anda adalah orang yang paling memperkaya pandangan saya dalam mengambil keputusan selama satu tahun kepengurusan ini. Jika Anda tidak menempati posisi Vice Director on Affairs, ALSA LC UI tidak akan dapat menjadi seperti sekarang ini. Ketangkasan, keuletan, ketelitian, dan keikhlasan yang telah Anda lakukan selama ini tidak dapat tergantikan oleh siapapun. Anissa Paramita Gunarso, saya mengucapkan terima kasih.

    1. Raisa Adila Andomi
Mungkin saat Musyawarah Lokal tahun lalu masih terdapat banyak orang yang bertanya mengapa saya menyebut Raisa Adila Andomi sebagai orang yang saya inginkan menjadi Vice Director on Human Resources on Development. Saya rasa pertanyaan itu telah terjawab selama satu tahun kepengurusan ini. Anda adalah orang yang paling bisa memposisikan diri sebagai mentor dari sebuah organisasi. Dengan kuantitas pekerjaan sebanyak itu, Anda telah melakukan banyak sekali performa luar biasa yang membangun ALSA LC UI dalam hal meningkatkan kualitasnya. Raisa Adila Andomi, saya mengucapkan terima kasih.

    1. Claudia Anjani Zain
Keceriaan serta kesupelan Anda memang paling tepat sebagai pemegang jabatan Vice Director on Public Relations and Alumni Relations. Setiap hari Anda selalu membawa suasana baru untuk ALSA LC UI. Kreatifitas, ide, sosok, dan people skill yang Anda terapkan dalam bidang yang Anda pimpin juga merupakan sumbangsih terbesar yang bisa Anda lakukan untuk ALSA LC UI. Claudia Anjani Zain, saya mengucapkan terima kasih.

Seluruh hal yang kalian lakukan selama satu tahun ini adalah bentuk ibadah yang sangat baik yang bisa kalian lakukan. Kalian telah memberikan kebermanfaatan yang sangat banyak kepada seluruh anggota ALSA LC UI. Kalian bukan hanya menjadi tiga orang Vice Director yang paling sempurna yang bisa saya miliki, tapi kalian disini juga menjadi inspirasi bagi semua orang di ALSA LC UI. Terlebih lagi, kalian telah menjadi sahabat yang selalu bisa saya andalkan dalam keadaan apapun. Dengan demikian, saya tidak tahu harus berkata apalagi kepada kalian, selain terima kasih banyak tiga Vice Director, tiga orang yang inspiratif, dan tiga sahabat karib saya selama satu tahun ini, dan untuk selamanya.

Selain terima kasih, masih terdapat satu hal lagi yang perlu saya sampaikan. Yakni pelajaran-pelajaran terakhir yang bisa saya sampaikan saat saya berdiri disini sebagai Director ALSA LC UI.
  1. ALSA LC UI adalah tempat yang terbaik untuk belajar: organizational skill, people skill, management skill, leadership skill, dan soft skill lainnya. Tentu saja tanpa melupakan bahwa kita akan mengembangkan kemampuan hukum serta bahasa Inggris yang akan selalu kita gunakan dalam semua kegiatan ALSA sebagai suatu asosiasi.
  2. Sebagai senior, angkatan berapapun, adalah sebuah kewajiban kalian untuk membimbing junior di ALSA seperti membimbing adik sendiri. Tanpa adanya junior, tidak akan ada regenerasi. Sedangkan, kakak yang baik adalah kakak yang bisa membimbing adiknya untuk menjadi lebih baik dari dirinya.
  3. Sebagai junior, seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari senior ALSA LC UI. Kalian disini merupakan bibit penerus ALSA LC UI. Kalian harus menjadi calon-calon generasi terbaik agar dapat mengembangkan keluarga kita menjadi sebuah keluarga yang lebih baik ke depannya.
  4. Selalu terapkan budaya ALSA LC UI:  three magic words, timeline, juklak, pendelegasian tugas, dan lain-lain yang setiap hari tidak pernah kami lupa untuk ajarkan ke kalian. Percayalah, hal tersebut bukan hanya berguna di ALSA, melainkan juga berguna untuk kehidupan pribadi kita di masa depan.
  5. Usaha dan doa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan sama pentingnya. Percuma orang yang hanya berdoa tanpa usaha, tidak akan ada perubahan. Demikian pula orang yang hanya berusaha tanpa berdoa, dia hanya akan menjadi orang yang sombong.
  6. Terbukalah untuk bertanya dan saling memberikan masukan kepada teman-teman seperjuangan. Teman yang baik adalah teman yang melarang dengan keras temannya yang hendak jatuh ke jurang, bukanlah orang yang mendukung kejatuhan temannya sendiri.
  7. Percayalah bahwa apapun yang kalian lakukan di ALSA, maupun di luar ALSA tentunya, pasti tidak akan ada yang sia-sia. Pelajarilah satu hal, bahwa keikhlasan dapat mengalahkan apapun di dunia ini. Dengan ikhlas bekerja, ikhlas belajar, ikhlas menolong orang, maka suatu saat kebaikan besar akan datang ke kehidupan kita.

Untuk teman-teman ALSA LC UI yang pernah merasakan keluarga ALSA dibawah kepemimpinan saya, tiada lain yang saya harapkan sebagai Director adalah kebaikan bagi kalian semua. Setiap detiknya kalian semua, adik-adik yang saya sayangi, selalu menjadi orang yang lebih baik, dan lebih baik lagi. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari semua hal yang ada di sekitar kalian. Jangan pernah berhenti belajar. Pada suatu saat nanti, saat kita bertemu lagi semua di lain hari, saya berharap kalian semua telah berubah menjadi orang yang jauh lebih baik dari saat ini.
Setelah ini, akan ada pemimpin baru untuk ALSA LC UI. Saya sangat berharap sekaligus meyakini, bahwa Director baru setelah ini dapat memimpin ALSA LC UI lebih baik daripada yang telah saya lakukan selama ini. Siapapun yang nantinya akan menggantikan saya, ingatlah tugas terberat saat menjadi Director adalah bagaimana cara membimbing adik-adik calon penerus ALSA bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bawalah organisasi dan keluarga kita ke arah yang jauh lebih baik lagi.
Sebelum saya resmi turun jabatan dari Director ALSA LC UI, saya berharap teman-teman dapat menyambut hangat salam kebanggaan kita sebagai anak ALSA. Tolong teman-teman teriakkan sekeras mungkin, karena ini adalah salam terakhir yang akan saya lakukan sebagai Director ALSA LC UI sebelum pada akhirnya saya melangkah untuk menyambut fase kehidupan baru diluar sana. Teman-teman siap? ALSA ... Always Be One!
Untuk yang terakhir, saya ingat betul tahun lalu saya diberikan pertanyaan saat sedang mencalonkan diri sebagai Director, yakni: “Apa tolak ukur dari keberhasilan Anda sebagai Director saat Anda turun jabatan nanti?”. Saat itu, saya rasa jawaban yang saya berikan adalah jawaban yang sederhana, konkrit, realistis, namun mengandung makna yang dalam dan tertanam kokoh di angan-angan serta hati saya sebagai sebuah cita-cita di akhir kepengurusan. “Saya hanya ingin melihat saat pada Musyawarah Lokal nanti semua orang yang menjadi pengurus ALSA LC UI dapat tersenyum karena bersyukur atas satu tahun yang telah kita lalui bersama.”
Teman-teman yang saya sayangi dengan sepenuh hati, apakah kalian bersyukur atas apa yang terjadi selama satu tahun ini?

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...