Yes, today i learn something. Kehidupan ini sangat luas. Sangat. Seperti kata salah satu teman saya, Nurul Parameswari, dengan nama account nya @TheNewRule, di bio twitternya yang menyebutkan: “this world is too wide to see with only two eyes. Alhamdulillah, Allah memberikan saya anggota tubuh lengkap, i have two eyes but still not able to see the whole world. Hari ini saya pergi bersama Tyas, Reszki, dan Ikhlas, oiya serta Luna tapi beliau datang belakangan sehingga tidak ikut mengobrol bersama kami. Kami berempat duduk di solaria sambil bercerita dan bersenda gurau. Topik obrolan kami sangat menarik. Saya pribadi shock mendengar isi dari cerita-cerita tersebut. Kesimpulan dari cerita-cerita tersebut adalah saya adalah orang yang tertutup. Apa yang saya ketahui tentang dunia ini begitu minim dan sempit. Saya tidak mengetahui kenyataan sosial yang ada di sekitar saya dan sekitar teman-teman saya, bahkan teman-teman saya sendiri pun terlibat langsung dalam kehidupan tersebut. Ternyata saya baru mengetahui kehidupan permabukan di Indonesia ini oleh mahasiswa, mereka melakukan kegiatan sosial tersebut sebagai hobi bahkan. Saya juga baru mengetahui beberapa waktu ini istilah mushroom untuk berhalusinasi, yang selama ini saya tahu hanya untuk dimakan, beracun, dan fermentasi. Terdapat juga mahasiswa yang merupakan aktivis di kampusnya, namun dia menyewa PSK. Tolong bayangkan PSK! Dan mahasiswa yang merupakan “kupu-kupu” (kuliah-pulang-kuliah-pulang) ternyata belum tentu lurus juga, bisa saja dirumah dia nyabu. Dan dari hidup 18 tahun di Indonesia, di kota megapolitan Jakarta, yang saya tahu hanya sebatas, menuntut ilmu, sekolah, kuliah, YPM, Lamuru, pacaran, tertawa bersama teman, berbincang-bincang dengan teman, membuat blog ini, buka situs menarik, social networking, membaca buku pelajaran, nonton TV acara apapun ditonton, makan, minum, jajan, olahraga seadanya, latian piano, menggambar, bernyanyi, melukis, bbm-in temen-temen untuk acara-acara surprise ulang tahun, dan sekitarnya. Telinga saya masih sangat asing dengan istilah rokok, club, mabuk, merek bir yg bermacam-macam, jamur halusinasi, ataupun PSK. Ditawarin rokok aja tidak pernah sepertinya (alhamdulilllah). Yah ternyata kita memang hidup di suatu dunia yang amat heterogen dan masih banyak sekali hal-hal yang asing bagi saya saat ini. Hari ini mata saya dibuka dan saya disadarkan dengan realita di sekitar saya. Perlu menurut saya untuk mengetahui, cukup sekedar tahu tidak apa-apa dalam rangka menghindari atau mencegah suatu yang tidak saya inginkan dan tidak baik untuk saya. Asalkan kita sudah cukup kuat dan dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk untuk dijalani atau ditinggalkan. Kita perlu filter yang canggih untuk menyaring informasi. Hiduplah bagaimanapun yang Anda mau, tapi sayangilah diri Anda sendiri, Anda seharusnya yang paling tau apa yang terbaik untuk Anda sendiri, meskipun apa yang menurut kita paling baik belum tentu sama dengan apa yang menurut Tuhan paling baik. Jadi bingung ya?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Humble
You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...
-
Having them as my role models is one of the best gift from God. Due to them, I now realize that my next goal is not to be excellent at my j...
-
I live my life with lots of measuring, logically and rationally. I learned last night, thanks to Mom, that life is beyond than that. Even t...
-
Kita semua tau apa itu target, dalam pelatihan motivasi manapun pasti seseorang akan disuruh untuk membuat target untuk mengontrol pencapai...
No comments:
Post a Comment