February 13, 2010

Satu Hari, Satu Juta Pengalaman

Pagi ini gue bangun tidur dan solat subuh berjamaah. Ya, kami sekeluarga berdoa untuk hari-hari ke depan, termasuk hari yang penting ini. 13 Februari 2010, adalah hari dimana kami, Lamuru, tampil di acara semifinal Indomie Jingle Dare 3.
Jam 8 adalah waktu dimana seharusnya kita berkumpul di rumah Nurul. Yah, beberapa emang tepat waktu. Gue datang setelah Leri, Imo, Dito, dan Ilin. Aktivitas sudah dimulai. Leri, Dito, dan Ilin sedang nyanyi-nyanyi di depan piano sedangkan Imo dan Nurul menyaksikan pemenang Semifinal Indomie dari kota lain lewat YouTube. Gue gabung bareng Imo dan Nurul. Tak lama kemudian, Gote datang. Aktivitas pun kami lanjutkan dengan perubahan acara, gue duduk di kursi piano dan memainkan alunan misty diikuti suara merdu emas milik Gote dan Dito. Di meja makan, Nurul, Ilin, Imo, dan Leri sedang makan Indomie goreng. Entah karena demam Indomie atau karena ingin mendapatkan feel sedang makan mie pada saat tampil, yang jelas gue hanya ingat Ilin yang sedang menirukan iklan Indomie (bagian menyeruput mie) dan mie dia tersedak sehingga mie nya jatuh lagi ke piring. Tidak ada seorang pun yang bertahan tidak tertawa. Begitu juga dengan Leri dan Gote yang kejar-kejaran sampai Gote ingin bersembunyi di toilet, sungguh konyol. Sampai akhirnya jam 9 lewat, anggota kita yang terakhir, Thomy, datang dan kita pun memulai latihan.
Latihan kami lakukan di lantai 2. Latihan terakhir sebelum tampil. Pada saat latihan ada sesuatu yang tidak kami duga. Imo, ternyata mengalami sensor (yang tidak perlu gue sebutkan). Latihan pun menjadi sangat berat (buat dia). Kami yang bingung pun akhirnya memutuskan untuk solat dhuha dulu sekalian berdoa untuk kesuksesan nanti. Setelah solat, gue, Ilin, Dito, Gote, dan Nurul berumbuk bagaimana caranya kita mensugesti Imo agar dia tidak terlalu merasakan penderitaan itu. Akhirnya timbullah akal anak IPA yang sok tau dan sangat tidak berdasarkan teori yang kita pelajari. Siapa yang peduli? Yang penting kan Imo sembuh. Akhirnya Gote dan Nurul pun bercerita tentang selaput dan hormon yang (mungkin) dipercaya Imo. Solusinya adalah minum air putih yang banyak. Alhasil, Imo pun berangsur-angsur pulih sampai pada akhirnya tidak merasakan sakit apapun. Entah mengapa Ia bisa merasakannya di awal latihan.
Saatnya daftar ulang, Nurul yang berangkat. Ia mengambil ID card kami dan kami melanjutkan latihan serta mempersiapkan segalanya. Ada lagi masalah, minus one yang akan kami gunakan nanti ada di iPod Nurul, yang mana iPod nya mengalami eror. Minus one entah mengapa menjadi bertempo cepat. Sungguh tidak wajar. Namun itu dapat teratasi dengan iPod Dito dan Black Berry Gote. Acara lanjut seperti biasa.
Untuk tampil, kami memakai kostum casual ( kalau mereka menyebutnya street, gue ga ngerti gaya kayak gimana tuh) dengan jaket parasut dan kaos. Oh tidak, Gote lupa bawa jaket gue! Tapi ga masalah, supirnya langsung melesat balik ke rumahnya dan mengambil jaket parasut yang (kata Gote lho) membuat gue jadi ganteng abis. Setelah gue liat temen-temen lain, yaah mudah-mudahan ada tambahan nilai deh dari asset kita. Persiapan pun terus dilakukan. Gue dan Thomy pun sempat mengganti kulit floor biar mantab suaranya, sebenernya kita ngadem sih di studio rumah Nurul karena tempat yang nyaman dan dingin.
Waktunya berangkat. Lokasi terletak di Lapangan Parkir Ocean Park BSD. Kami memakai 3 mobil: Thomy, Leri, dan Nurul. Barang-barang sudah diangkut. Ini keterangan mobilnya:
- Mobil Leri: Leri dan Dito
- Mobil Nurul: Nurul, Imo, dan Gote
- Mobil Thomy: Thomy, Ilin, dan Gue
Di mobil Thomy cerita tentang kejadian pada saat Ia dan beberapa teman mengalami kecelakaan di BSD. Alhamdulillah mereka semua selamat, kalau dengar ceritanya parah ekstrim abis. Setelah itu gue turun di teraskota untuk mengambil uang dari kakak, lalu menyusul yang lain di lokasi tampil. Jam 2 siang acara mulai. Lamuru mendapatkan urutan kedua. Kami berdoa agar dapat menampilkan yang terbaik. Setelah pemanasan vokal dengan Gote dan Imo, inilah saatnya tampil.
Gue meberikan aba-aba dan keyboard Leri mulai menyanyikan melodi dari Black Eyed Peas, I Gotta Feeling. Suporter heboh. Semua bermain maksimal. Suara Imo dan Gote pol. Pada lagu kedua, lagu original Indomie, kami sedikit berlomba dengan minus one, namun masih dapat teratasi dengan baik. Lagu ketiga, mantab. Suara kepecah semua mengalunkan nada-nada yang memanjakan telinga.
Dewan juri (Nugie, Kunto, Denny) bilang: Lamuru unik, suara Gote super khas (suara emas), GRAND FINAL, konsep baik sekali, pattern masih bisa divariasikan sehingga menjadi konsep keren dan tidak membosankan. Overall: (Y)
Turun panggung kita puas. Ketemu-ketemu dulu sama suporter. Makasih buat semua suporter yang datang, walaupun telat gapapa, terimakasih banyak! Setelah itu kami makan siang. D'cost udah ga bisa mesen, terpaksa ke teraskota. Kami pun berpencar disini.
Jam 7 malam kami berkumpul kembali. Kami menyaksikan pertunjukkan dari 3 band terakhir yang tampil. Gue dan Nurul lebih fokus melihat juri-juri dibelakang. Kami tidak tahu harus senang kalau juri mengkritik pedas atau harus ikut sedih. Yang jelas pada saat itu kami merasa harus sangat merendah diri dihadapan Allah mengenai hasil juara yang akan kami dapatkan nanti.
Kami pun ke back stage untuk menunggu pengumuman. Dibelakang panggung, kami berdelapan membuat lingkaran dengan kursi-kursi dan duduk saling berhadapan. Disana kami berdoa agar mendapatkan yang terbaik dan agar ikhlas menerima apapun. Hati berdebar-debar sangat kencang. Sambil menunggu, tim Lamuru pun main do mika do dan angkat2 jempol (belum pernah gue dengar nama permainan itu). Sebelum selesai kami main, pengumuman 5 besar pun dikumandangkan. Gue bisa dengan detak jantung gue sendiri sampai pada akhirnya nama Lamuru ditampilkan di layar. Alhamdulillah. Kami naik ke atas panggung, saling berpegangan tangan satu sama lain untuk menerima hasil selanjutnya.
MC mengumumkan juara berdasarkan urutan kelima sampai kesatu. Pengumuman juara keliam, MC menyebutkan Lamuru. Kami shock. Cepat sekali kami berada di atas panggung. Namun dengan irama perlahan kami maju ke depan dan menerima hadiah. Juri memberikan kami selamat dan berfoto bersama. Setelah itu kami langsung turun panggung dalam diam. Semua duduk kembali. Gue mengusulkan untuk pindah tempat ke lapangan parkir untuk membicarakan ini semua. Saat kita tiba di gerbang keluar backstage, suporter memberikan selamat pada kami semua. Pada saat itu Gote dan Ilin sudah menangis deras. Akhirnya mereka pun kami rangkuldan kami bawa ke tempat parkir yang sepi untuk berkumpul sejenak.
Kami membicarakan semua yang telah kita lewati. Suasana yang syahdu, sedikit mengecewakan dari yang kita harapkan. Gote dan Ilin tetap menangis. Akhirnya kita mulai berbicara dan berpikir bersama-sama. Usaha yang kita lakukan telah membawakan sebuah hasil yang sangat baik. Kita berjuang selama ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan kita telah mendapatkannya. Meskipun kami tidak juara 1, tapi kami tetap melakukan dan mendapatkan yang terbaik. Dan Allah pasti punya maksud lain terhadap kami berdelapan sehingga kami belum diloloskan ke babak final. Setelah merasa baikan, kita bersujud syukur bersama. Setelah itu kami pun bertemu suporter lainnya dan mereka memberikan lagi selamat kepada kami. Sampai akhirnya kami pun pulang (tidak nonton Nidji). Thomy dan Dito pulang ke rumah masing-masing dan kami sisanya menuju ke rumah Nurul.
Di rumah Nurul kami makan PHD, Alhamdulillah sekali perut terisi. Oleh-oleh Nurul dari London pun kami dapatkan. Sampai akhirnya kami dapat sms dari Dito yang menyemangati kami semua. Melegakan sekali. Akhirnya yang lain pun mengikuti apa yang Dito lakukan. Kami mengobrol di rumah Nurul dan memutuskan untuk tidak berhenti dan bubar disini. Hari yang kita lewati ini di ajang Indomie Jingle Dare 3 hanyalah sebuah permulaan dari kesuksesan besar yang akan kita raih di kemudian hari. Tetap semangat dan berkarya, melakukan yang terbaik. Ikhlas dan kuat menerima hasil apapun yang kita dapatkan. Seperti roda, kehidupan tidak selamanya diatas, dan pada malam ini kita berada di atas, kita juara 5 dari ratusan pengirim Jingle Indomie sejabodetabek, meskipun belum mencapai puncak. Kesedihan pun lama kelamaan menghilang dan berganti dengan kepuasan dan rasa bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah Ya Allah, hari ini kami mendapatkan sesuatu pelajaran dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Beruntunglah orang yang memandang apapun dari lensa kacamata seorang optimis.

Glosarium:
Gue: Bajok

Tujuan:
Mendokumentasikan kejadian besar tanggal 13 Februari 2010 lewat karya seni tulisan

Thanks to:
Allah SWT
Orang tua dan keluarga
Lamuru Indomie Jingle Dare 3 members: Nurul, Dito, Gote, Imo, Leri, Thomy, and Ilin
Suporter yang men-suport kami

Kesan:
Kita luar biasa dan menyenangkan banget bisa dapet pengalaman ini

Pesan:
Jangan berhenti begitu aja setelah hari ini, lanjut terus!

No comments:

Post a Comment

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...