December 30, 2010

December 29, 2010

Melek Realita

Yes, today i learn something. Kehidupan ini sangat luas. Sangat. Seperti kata salah satu teman saya, Nurul Parameswari, dengan nama account nya @TheNewRule, di bio twitternya yang menyebutkan: “this world is too wide to see with only two eyes. Alhamdulillah, Allah memberikan saya anggota tubuh lengkap, i have two eyes but still not able to see the whole world. Hari ini saya pergi bersama Tyas, Reszki, dan Ikhlas, oiya serta Luna tapi beliau datang belakangan sehingga tidak ikut mengobrol bersama kami. Kami berempat duduk di solaria sambil bercerita dan bersenda gurau. Topik obrolan kami sangat menarik. Saya pribadi shock mendengar isi dari cerita-cerita tersebut. Kesimpulan dari cerita-cerita tersebut adalah saya adalah orang yang tertutup. Apa yang saya ketahui tentang dunia ini begitu minim dan sempit. Saya tidak mengetahui kenyataan sosial yang ada di sekitar saya dan sekitar teman-teman saya, bahkan teman-teman saya sendiri pun terlibat langsung dalam kehidupan tersebut. Ternyata saya baru mengetahui kehidupan permabukan di Indonesia ini oleh mahasiswa, mereka melakukan kegiatan sosial tersebut sebagai hobi bahkan. Saya juga baru mengetahui beberapa waktu ini istilah mushroom untuk berhalusinasi, yang selama ini saya tahu hanya untuk dimakan, beracun, dan fermentasi. Terdapat juga mahasiswa yang merupakan aktivis di kampusnya, namun dia menyewa PSK. Tolong bayangkan PSK! Dan mahasiswa yang merupakan “kupu-kupu” (kuliah-pulang-kuliah-pulang) ternyata belum tentu lurus juga, bisa saja dirumah dia nyabu. Dan dari hidup 18 tahun di Indonesia, di kota megapolitan Jakarta, yang saya tahu hanya sebatas, menuntut ilmu, sekolah, kuliah, YPM, Lamuru, pacaran, tertawa bersama teman, berbincang-bincang dengan teman, membuat blog ini, buka situs menarik, social networking, membaca buku pelajaran, nonton TV acara apapun ditonton, makan, minum, jajan, olahraga seadanya, latian piano, menggambar, bernyanyi, melukis, bbm-in temen-temen untuk acara-acara surprise ulang tahun, dan sekitarnya. Telinga saya masih sangat asing dengan istilah rokok, club, mabuk, merek bir yg bermacam-macam, jamur halusinasi, ataupun PSK. Ditawarin rokok aja tidak pernah sepertinya (alhamdulilllah). Yah ternyata kita memang hidup di suatu dunia yang amat heterogen dan masih banyak sekali hal-hal yang asing bagi saya saat ini. Hari ini mata saya dibuka dan saya disadarkan dengan realita di sekitar saya. Perlu menurut saya untuk mengetahui, cukup sekedar tahu tidak apa-apa dalam rangka menghindari atau mencegah suatu yang tidak saya inginkan dan tidak baik untuk saya. Asalkan kita sudah cukup kuat dan dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk untuk dijalani atau ditinggalkan. Kita perlu filter yang canggih untuk menyaring informasi. Hiduplah bagaimanapun yang Anda mau, tapi sayangilah diri Anda sendiri, Anda seharusnya yang paling tau apa yang terbaik untuk Anda sendiri, meskipun apa yang menurut kita paling baik belum tentu sama dengan apa yang menurut Tuhan paling baik. Jadi bingung ya?

December 10, 2010

Curhat

Baru saja saya melihat foto yang ada di facebook saudara sepupu saya, dimana pikiran saya langsung terbuka lebar. Kehidupannya sangat menyenangkan, belajar di luar negeri, tinggal mandiri dan mengatur apa-apa sendiri, dengan jurusan yang sangat diminati dan bakat yang luar biasa. Sekali saya melihat, saya langsung iri. Kehidupannya terasa sangat indah, belajar sesuai minat, berteman, berpetualang, menghirup udara segar setiap hari, tidak ada peraturan yang mengikat dan mengatur, bebas seperti angin kemana saja bertiup. Perbedaan kehidupan bisa sangat terjadi jelas dalam waktu yang relatif singkat. Kehidupan saya sekarang sangat berbeda dengan kehidupan saya beberapa bulan yang lalu. Kegiatan yang memaksa saya menempuh jarak berkilo-kilo meter sehari dari bintaro-depok-manggarai dengan kemacetan Jakarta yang sangat subur. Jika ditanya apakah itu melelahkan, saya tidak dapat berbohong. Rasanya tidak terlalu santai memang, terutama dalam pembagian menempuh perjalanan yang cukup menghabiskan waktu, lalu berkurangnya waktu untuk istirahat dan santai. SANTAI! Benar-benar harus mengatur waktu, bahkan suatu hari pernah saya menargetkan waktu makan, mandi, solat, belajar, latihan piano, dan berbagai macam hal lainnya dalam waktu yang sangat sempit. Hal ini kadang membuat lelah fisik, tetapi terutama lelah secara mental. Melakukan aktivitas sebanyak itu dalam waktu tertentu amat menguras tenaga. Belum lagi kalau hari libur ada kegiatan seperti lamuru dan lain-lain yang terkadang membuat waktu istirahat kembali berkurang. Bahkan beberapa saat yang lalu, saya mengalami sakit kuning, karena kelelahan yang juga cukup menyita waktu saya. Namun, apakah semua kegiatan itu menyenangkan? Tentu saja, saya melakukan apa yang saya suka. Saya belajar ilmu hukum, dimana saya tidak lagi menyentuh ilmu IPA yang sangat memeras otak sepenuhnya. Ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang banyak jika dilaksanakan dengan kaedah yang seharusnya. Saya belajar piano klasik, selama hampir 12 tahun dengan semangat yang naik turun namun kecintaan yang selalu meningkat setiap saatnya. Saya menghabiskan waktu untuk berlatih sangat banyak jika dikalkulasikan dari awal pertama saya belajar musik. Saya melakukan kegiatan lamuru dengan skill yang terus berkembang, dengan kecintaan terhadap musik yang saya mainkan dan teman-teman terbaik yang saya kenal. Dan saya menjalani semua dengan hati yang gembira, walaupun mental kadang lelah akibat banyak sekali yang harus dikerjakan. It's okay! Apa yang saya dapatkan sesuai bahkan lebih dari apa yang saya usahakan. Jadi, kesimpulan sotoy nya adalah, kehidupan bisa dinikmati oleh manusia bukan tergantung dari volume kegiatan yang dilakukan tersebut, namun tergantung dari seberapa kita ikhlas dan cinta dalam menjalankan semua itu. Lagi pula, kita tidak sendirian, di setiap kegiatan yang saya lakukan, saya bersama teman-teman yang akan selalu ada di setiap kegiatan tersebut, termasuk di rumah atau di apartemen, saya punya keluarga. Bukan masalah kita tinggal di luar negeri, kosan, di rumah, atau dimanapun, tapi itu tergantung dari kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan. Jadi, berbahagialah orang yang senang dengan apa yang ia lakukan!

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...