September 28, 2009

Ruang Sekitar Pengamat

Ada orang yang hanya diam
Ada orang yang melantangkan teori-teori palsu
Ada orang yang penuh kasih sayang
Ada orang yang berlaku seenaknya tanpa ada yang menghentikan
Ada orang yang cerdas
Ada orang yang hanya tinggal mencontek orang cerdas itu
Ada orang yang sangat dikagumi dan tinggal memilih
Ada orang yang berjuang mati-matian mendapatkan cintanya
Ada orang yang kasar namun baik hati
Ada orang yang kasar namun dicintai
Ada orang yang nyaris sempurna
Ada orang yang dapat memanfaatkan kesempurnaannya
Ada orang yang tebar pesona
Ada orang yang berkhayal terlalu tinggi
Ada orang yang meneriakkan penderitaanya
Ada orang yang bahagia mendengarnya
Ada orang yang sayang kepadanya
Ada orang yang sayang kepadanya
Ada orang yang bersuara bising
Ada orang yang menjadi tempat bertanya
Ada orang yang berfoto ria
Ada orang yang terselubung dibalik kedoknya
Ada orang yang polos dan perhatian
Ada orang yang bahagia dengan kesunyian
Ada orang yang mempunyai dunianya sendiri
Ada orang yang membuat orang lain shock
Ada orang yang tidak jelas sama sekali
Ada orang yang tidak diketahui sama sekali
Ada orang yang berpikir terlalu jauh
Ada orang yang menikmati hidup apa adanya
Ada orang yang baik namun tersembunyi
Ada orang yang tampil ke depan menyapa semuanya
Ada orang yang menggabungkan mereka semua
dan hanya ada satu orang yang mengamati dan menuangkan dalam sebuah karya sastra

Tugas puisi Bahasa Indonesia
Karya: Bagus Joko Puruitomo
P.S: Sukses tahun ini, semua berhasil masuk universitas yg diinginkan dan lulus UAN amin!
jangan ada yang tersinggung, hanya sebuah karya sang pengamat

(tenang, udah abis yg dari sono)

Satu Lagi Pelajaran Tambahan

Cerita ini mengandung kejadian-kejadian yang saya alami hari ini. Niat yang berbuah menjadi kejadian-kejadian berantai yang terkait.
Hari ini teman saya ingin nebeng ke sekolah untuk lari pagi, seperti biasa. Pada hari-hari sebelumnya, saya menghilangkan 1 deck kartu remi miliknya. Kebetulan ayah saya baru pulang dari Vietnam naik Singapore Airlines dan memberikan saya oleh-oleh deck kartu sejumlah 8 buah yang gratis dari fasilitas pesawat. Namun, pagi kali ini dia telat dan mebuat saya kesal. Kekesalan saya mengurungkan niat baik untuk memberikan 1 deck kartu itu kepada teman saya sehingga saya menyimpan kembali kartu dan berniat memberikannya di lain waktu. Niat baik yang tertunda inilah yang membuat hari-hari saya tidak sebaik biasanya.
Kostum lari pagi ini adalah baju Sky Battle putih yang tidak saya miliki. Akhirnya, saya meminjam baju teman saya yang sudah saya pesan malam sebelumya. Namun, dia telat datang ke sekolah, saya pun jadi tidak bisa lari karena kaos yang saya pakai tidak sesuai dengan ketentuan.
Siang hari ada ulangan kimia. Persiapan yang saya lakukan sudah tergolong banyak. Setelah melihat soal saya masih berpikir positif. Saya kerjakan satu demi satu soal tersebut. Kesalahan bodoh akhirnya saya lakukan dengan keliru memasukkan reaksi ion padahal itu bagian yang mudah dibandingkan dengan penyelesaiannya. Hari ini terasa semakin buruk.
Setelah ulangan itu, teman-teman sekelas bermain kartu di ruang bahasa Indonesia. Saya tidak ikut bermain karena sudah malas dengan ulangan. Nah, timbul kembali niat iseng terhadap teman saya. Saya berniat bercanda, namun nampaknya dia tidak menerima bercandaan seperti itu dan marah kepada saya. Tidak biasa sekali.
Hari jumat adalah hari dimana saya les musik. Kebetulan hari ini pertemuan diganti menjadi menonton konser Duo Akordeon di kedutaan belanda "Erasmus Huis". Setelah selesai, berniat pulang cepat. Namun, entah kemana abang saya berada sulit sekali dicari di tempat parkir. Celakanya lagi pulsa pun habis, sehingga tidak ada yang bisa saya lakukan. Terpintas untuk naik taksi namun harga tak terjangkau dengan kondisi dompet. Akhirnya setelah lama mencari dan menunggu, ia pun muncul. Rasanya ingin marah tapi lega juga karena sudah bisa pulang.
Dalam perjalanan pulang saya banyak berpikir tentang kejadian-kejadian berantai hari ini. Hari yang biasanya indah berubah jadi suram. Saya akhirnya menduga, ini semua diakibatkan niat baik saya yang tertunda pada subuh hari tadi. Deck kartu remi yang tidak jadi saya berikan membuat hari-hari ini begitu penuh kejadian.
Untungnya saya melihat ini bukan sebagai hari kesialan, namun sebagai pelajaran dari Allah yang Maha Baik agar kita selalu berniat baik untuk apapun yang kita lakukan. Niat yang diikuti perbuatan akan membuahkan hasil sesuai dengan baik buruknya niat kita pada saat yang tepat.
Alhamdulillah saya mendapat pelajaran dari apa yang terjadi hari ini. Hidup ini tidak bisa terlihat indah kalau kita merasa senang dengan niat yang tidak baik.

Catatan: Bagi teman-teman yang membaca dan terlibat, ini bukan sebuah pengaduan kekesalan. Hanya niat baik untuk membagi pengalaman dan pelajaran yang saya dapat. Terimakasih

(facebook lagi facebook lagi)

Kejujuran Sang Pemimpin

Sudah jelas nampaknya peranan pemimpin di mana pun dalam situasi apa pun. Kita sebagai manusia memang diciptakan Allah SWT sebagai pemimpin atau khalifah di muka bumi ini. Pemimpin merupakan tugas mulia dan terhormat, namun penuh tanggung jawab. Tugasnya yaitu memimpin anggota dalam suatu kumpulan entah itu Negara, organisasi, keluarga, maupun diri sendiri.

Pemimpin yang berakhlak mulia merupakan kriteria untuk menjadi pemimpin yang baik. Keputusan yang diambil sang pemimpin harus dilihat dari berbagai macam aspek. Dengan dasar iman, ilmu, dan amal yang kuat, lebih kecil kemungkinan bagi pemimpin untuk mengambil keputusan yang salah.

Diperlukan kordinasi yang sangat lancar antara pemimpin dan anak buahnya. Apa jadinya kalau tidak ada kerjasama antara pemimpin dan anak buah? Tugas pemimpin memang mengatur serta membagi tugas anak buahnya sehingga masing-masing individu yang dipimpin tidak kehilangan jejak dalam pencapaian tujuan. Pemimpin harus mengenal anak buahnya sehingga dapat membagi tugas sesuai dengan kemampuan si anak buah. Dengan sikap ini, tujuan yang sulit pun pasti akan dapat berjalan dengan lancar selama ada kordinasi yang baik antara pemimpin dan anggotanya.
Ulet, peka, cermat, cepat, dan cekatan juga merupakan hal yang dibutuhkan pemimpin. Kemampuan untuk mengetahui kondisi sekitar serta peka terhadap lingkungan, tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik, dan tidak meremehkan orang lain. Kalau hanya duduk dan menunggu hasil kerja anak buah, itu tidak bisa disebut sebagai pemimpin yang benar walaupun ia pintar membagi tugas untuk anak buahnya. Terkadang pemimpin pun harus turun tangan untuk menyelesaikan suatu masalah kelompok.

Siapa orang yang dapat memgang kuasa untuk mengambil keputusan bagi kepentingan perkumpulan? Ya, pemimpinlah jawabannya. Pemimpin harus berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan pastilah juga dilandasi berbagai aspek sehingga kita harus siap memikirkan bagaiamana caranya mengambil keputusan dengan cepat, tepat, dan terbaik bagi semua pihak. Memang tidak selalu keputusan yang kita ambil benar, namun dengan kesalahan tersebut, kepemimpinan akan semakin terbentuk dan pengalaman pun mengajari kita sesuatu menjadi pemimpin yang lebih bijaksana.
Kepercayaan anggota timbul dari sikap sang pemimpin tersebut. Siapa yang mau percaya dengan pemimpin yang suka berbohong? Tidak ada orang yang sering berdusta dapat menjadi pemimpin yang baik. Tidaklah benar membohongi diri sendiri dalam soal kemampuan dan tidak benar pula pemimpin membohongi orang lain hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi semata.

Nasib individu, keluarga, organisasi, Negara, bahkan dunia ditentukan oleh pemimpin masing-masing. Keberhasilan dari tujuan-tujuan yang amat banyak bergantung pada sikap sang pemimpin. Tapi sikap-sikap itu saja tidak cukup untuk mencapai kata “sukses” bagi sang pemimpin. Apa jadinya kalau pemimpin yang berani, dapat mengambil keputusan dengan cepat, dan selalu kordinasi dengan anggota anak buah, tapi dengan tujuan mengkorupsi harta negara? Apa gunanya pemimpin yang cerdik, ulet, bisa membagi tugas anak buahnya, namun hanya demi berbuat kotor di dunia politik untuk keuntungan pribadi?

Omong kosong jika semua hal tersebut hanya demi tujuan yang kurang mulia. Kalau pemimpin melakukan kesalahan, hendaknya para anggotanya mengingatkan dan sang pemimpin pun harus mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh anak buahnya. Itulah bagaimana seharusnya prosedur kepemimpinan berjalan. Agar tidak ada tujuan kurang mulia dalam hati seorang pemimpin dan seluruh organisasinya, dibutuhkan pemimpin yang jujur. Ya, inilah aspek yang paling penting dan menentukan bagi seorang pemimpin, kejujuran.

(masih dari facebook)

Alternatif Pekerjaan di Masa Depan

Lulusan S1 di unversitas terkenaldan diakui masyarakat pun sampai sekarang masih ada yang belum dapet kerjaan. Hal tersebut bisa dikarenakan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan orang-orang yang mengicarnya. Wajar memang, kita emang butuh pekerjaan untuk dapat penghasilan agar dapat melangsungkan kehidupan kita. Apalagi bagi para bapak, tanggungannya diri sendiri dan keluarganya.
Kira-kira apa ya yang bisa membuat berkurangnya pengangguran di Indonesia tercinta ini? Ya, membuka lapangan kerja baru! Namun, pekerjaan apa yang masih tersedia dengan pengincar yang banyak itu?
Ini dia yang jadi pertanyaan. Kalo menurut versi artikel ini, industri kreatiflah jawabannya. Industri kreatif adalah pekerjaan yang menuntut daya kreasi seni yang tinggi, tentu saja di berbagai bidang seperti musik, gambar, desain, tarik suara, fotografi, kerajinan-kerajinan tangan, dan sebagainya. Nah, kalo sudah terjun ke industri ini tidak bakalan habis ide-ide untuk ngebuat berbagai macam karya yang tentu saja dapat dikomersilkan.
Hasil yang bagus pasti tidak datang begitu saja, memang dibutuhkan banyak usaha agar mencapai sesuatu yang baik. Seniman dituntut untuk mempunyai skill dan siapa bilang latihannya cuman sebentar? Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai tujuan yang bagus. Semakin kemampuan terasah, semakin mahir tentunya kita apalagi jika dianugerahi bakat alami, pasti disikat.
Tenang saja, ketekunan dan kesabaran belajar emang sangat dibutuhkan untuk berhasil menjadi seorang ahli dalam industri kreatif ini, tapi dengan niat dan tekun berlatih, apa sih yang ga bisa dicapai oleh manusia? Makanya, jangan takut mencoba. Tidak ada kata terlambat di kamus generasi muda Indonesia yang menyongsong masa depan dengan semangat yang diwariskan pahlawan-pahlawan terdahulu. Jadi, mulailah berkreasi!

(dari facebook)

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...