September 28, 2009

Satu Lagi Pelajaran Tambahan

Cerita ini mengandung kejadian-kejadian yang saya alami hari ini. Niat yang berbuah menjadi kejadian-kejadian berantai yang terkait.
Hari ini teman saya ingin nebeng ke sekolah untuk lari pagi, seperti biasa. Pada hari-hari sebelumnya, saya menghilangkan 1 deck kartu remi miliknya. Kebetulan ayah saya baru pulang dari Vietnam naik Singapore Airlines dan memberikan saya oleh-oleh deck kartu sejumlah 8 buah yang gratis dari fasilitas pesawat. Namun, pagi kali ini dia telat dan mebuat saya kesal. Kekesalan saya mengurungkan niat baik untuk memberikan 1 deck kartu itu kepada teman saya sehingga saya menyimpan kembali kartu dan berniat memberikannya di lain waktu. Niat baik yang tertunda inilah yang membuat hari-hari saya tidak sebaik biasanya.
Kostum lari pagi ini adalah baju Sky Battle putih yang tidak saya miliki. Akhirnya, saya meminjam baju teman saya yang sudah saya pesan malam sebelumya. Namun, dia telat datang ke sekolah, saya pun jadi tidak bisa lari karena kaos yang saya pakai tidak sesuai dengan ketentuan.
Siang hari ada ulangan kimia. Persiapan yang saya lakukan sudah tergolong banyak. Setelah melihat soal saya masih berpikir positif. Saya kerjakan satu demi satu soal tersebut. Kesalahan bodoh akhirnya saya lakukan dengan keliru memasukkan reaksi ion padahal itu bagian yang mudah dibandingkan dengan penyelesaiannya. Hari ini terasa semakin buruk.
Setelah ulangan itu, teman-teman sekelas bermain kartu di ruang bahasa Indonesia. Saya tidak ikut bermain karena sudah malas dengan ulangan. Nah, timbul kembali niat iseng terhadap teman saya. Saya berniat bercanda, namun nampaknya dia tidak menerima bercandaan seperti itu dan marah kepada saya. Tidak biasa sekali.
Hari jumat adalah hari dimana saya les musik. Kebetulan hari ini pertemuan diganti menjadi menonton konser Duo Akordeon di kedutaan belanda "Erasmus Huis". Setelah selesai, berniat pulang cepat. Namun, entah kemana abang saya berada sulit sekali dicari di tempat parkir. Celakanya lagi pulsa pun habis, sehingga tidak ada yang bisa saya lakukan. Terpintas untuk naik taksi namun harga tak terjangkau dengan kondisi dompet. Akhirnya setelah lama mencari dan menunggu, ia pun muncul. Rasanya ingin marah tapi lega juga karena sudah bisa pulang.
Dalam perjalanan pulang saya banyak berpikir tentang kejadian-kejadian berantai hari ini. Hari yang biasanya indah berubah jadi suram. Saya akhirnya menduga, ini semua diakibatkan niat baik saya yang tertunda pada subuh hari tadi. Deck kartu remi yang tidak jadi saya berikan membuat hari-hari ini begitu penuh kejadian.
Untungnya saya melihat ini bukan sebagai hari kesialan, namun sebagai pelajaran dari Allah yang Maha Baik agar kita selalu berniat baik untuk apapun yang kita lakukan. Niat yang diikuti perbuatan akan membuahkan hasil sesuai dengan baik buruknya niat kita pada saat yang tepat.
Alhamdulillah saya mendapat pelajaran dari apa yang terjadi hari ini. Hidup ini tidak bisa terlihat indah kalau kita merasa senang dengan niat yang tidak baik.

Catatan: Bagi teman-teman yang membaca dan terlibat, ini bukan sebuah pengaduan kekesalan. Hanya niat baik untuk membagi pengalaman dan pelajaran yang saya dapat. Terimakasih

(facebook lagi facebook lagi)

No comments:

Post a Comment

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...