December 13, 2008

Ketekunan Membawa Hasil

‘Penting amat sih belajar piano?’ Mungkin orang amatir dalam bidang musik bakal ngomong gitu. Apalagi buat seorang cowok, biasanya olah raga. Yaah, gue harap artikel ini adalah sebuah informasi yang berguna buat siapa pun yang membaca.
Gue belajar piano dari umur 6 tahun atau kelas 1 SD sampai dengan sekarang kelas 2 SMA. Dan bukan sembarangan, gue belajar klasik. Betah amat ya? Awalnya gue eneg ngeliat piano kayak ngeliat makanan basi, pemaksaan nyokap bokap abis deh.
Tapi itu dulu, bedanya sama sekarang gue malah lebih mending latian piano berjam-jam daripada belajar pelajaran sekolah. Di musik ini gue bisa berekspresi, ngasah bakat, dan ngilangin stress. Apalagi setelah belajar jazz, makin oke deh improvisasi musik yang jauh berbeda dari klasik tapi keduanya sama-sama membangun keahlian gue bermain musik.
Otak kanan dan otak kiri lo bakalan terlatih banget, lo bisa melakukan dua hal dalam satu waktu tanpa memecah konsentrasi. Pemaksaan nyokap bokap ngeselin, sekarang berbuah menjadi kunci pintu keberhasilan. Dengan ini lo bisa bergaul dengan anak-anak lain (kayak diajak main band atau pun mengiringi buat acara-acara maupun lomba sekolah), keahlian lo ga bakalan diremehin, dan lo bisa nutupin kekuarangan lo bahkan menjadi suatu aset kelebihan yang berlebihan.
Sekarang gue mencintai musik ini kayak pasangan hidup gue sendiri. Tanpa ini gue bisa-bisa hidup stress dan hanya mikirin pelajaran ngebosenin di sekolah. Makasih ya Bapak dan Ibu serta para guru yang membimbing atas apa yang telah engkau ajarkan semuanya.
Satu hal lagi, buat cowok SMA yang bermain piano Jazz siap-siap milih cewek yang bakalan lo pacarin. Percaya sama gue, mereka ga bakal sanggup dengerin permainan lo tanpa jatuh hati sama lo. Hehehehehe.

(Artikel ini berdasarkan pengalaman nyata)

No comments:

Post a Comment

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...