December 31, 2014
Before Midnight
I am currently inside my room at New Year's Eve without any plan to celebrate. Just sitting and think how lucky I am to have this imperfect wonderful life. And still having a chance to face another incredible yet mysterious year(s) ahead, sounds amazing. Thank you Allah.
November 24, 2014
September 02, 2014
Mau Hidup Seperti Apa?
Jika Disket Otak ini merupakan salah satu wadah agar saya bisa menuangkan pemikiran saya, berarti saya harus melakukannya untuk satu hal ini.
Buat apa sih seseorang hidup di dunia ini?
Kalau menjawab pakai ilmu agama islam yang saya anut dan saya percaya kebenarannya, jawabannya akan menjadi seperti ini.
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
Lalu pertanyaan berikutnya.
Hidup seperti apa yang kamu ingin jalani?
Kita tidak selamanya hidup di dunia. Sekaya apapun, sepopuler apapun, bahkan sebaik apapun kita di dunia ini, suatu saat kita akan wafat dan kembali ke Tuhan. Fokus terhadap diri sendiri di dunia ini bukanlah hal yang buruk, namun saya rasa seseorang akan lebih bahagia di dunia jika orang lain juga menjadi variabel yang diperhatikan.
Saya hanya ingin bisa bermanfaat untuk orang lain untuk apapun yang saya lakukan agar bisa lebih bahagia di dunia, dan di akhirat nantinya.
July 15, 2014
Tengok Sedikit Perjalanan yang Indah di Belakang, Saatnya Melangkah Maju
Semester 1
Awalan yang baru. Kehidupan kampus plus sekolah musik klasik yang harus diselesaikan. Bintaro - Manggarai - Depok menjadi rute yang biasa ditempuh. Berat. Tapi menarik sekali. Meskipun sempat sakit kuning karena kelelahan.
Semester 2
Mulai bekerja pada organisasi ALSA. Menjadi penjual piscok selama 2 bulan, laku keras, monopoli perdagangan. Bermain bersama BCC (jangan tanya singkatannya).
Semester 3
Semester paling sibuk kegiatan kemahasiswaan. Sembilan kepanitiaan dan menjadi official MCC ALSA untuk pertama kalinya. Go-kill!
Semester 4
Cobain Mooting Internasional (meski jadi tim berkas paling anteng duduk menunggu dan menahan ngantuk depan panggung). Dan Ecomp! Lebih penting dari kuliah pastinya. Mendapatkan bonus pengalaman memiliki IP dibawah 3,00. Fun.
Semester 5
Persiapan menjadi Director ALSA LC UI. Plus kembali lagi menjalani kehidupan sebagai official MCC ALSA.
Semester 6
Bekerja dan menjalani hari-hari sebagai Director ALSA LC UI. Mempertaruhkan nama baik ALSA LC UI saat ada Semunas XX yang diselenggarakan di Hotel Putri Duyung Ancol. Berhasil.
Semester 7
Masih sebagai Director ALSA LC UI. Terlalu sayang sama seluruh isinya. Menangis bagaikan Air Terjun Niagara saat Musyawarah Lokal turun. Dan kembali lagi menjalan kehidupan sebagai official MCC ALSA.
Semester 8
Internal Mooting, kata orang keputusan gila. Tapi alhamdulillah berhasil mendapatkan juara 2 dan memperoleh predikat Penuntut Umum Terbaik bersama The A Team Generasi Ke-3. Dan pastinya, penulisan skripsi. Sidang skripsi, menegangkan, tapi menyenangkan di akhirnya. Puas akan hasilnya. dan itu benar-benar menjadi akhir dari perjalanan kehidupan sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Saya selalu ingin masuk Fakultas Ekonomi Unviersitas Indonesia saat SMA, dan pada akhirnya diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia adalah salah satu anugerah yang paling besar diberikan Allah SWT kepada saya. Tidak ada penyesalan sedikit pun. Sama sekali. Sudah tuntas semua yang saya ingin lakukan di masa kuliah ini. Pelajaran yang saya dapatkan banyak sekali. Terima kasih Ya Allah, sekarang karena sudah melewati semua hal tersebut, saya menjadi saya yang sekarang. Dan akhirnya saya memiliki gelar.
Bagus Joko Puruitomo, S.H.
May 27, 2014
Pedoman
Beberapa nilai yang saya anut: jujur, santai tapi bertanggung jawab, berlaku random di waktu tertentu bisa jadi menyenangkan, selalu lihat dari segi positif, jangan mengeluh, perbanyak tersenyum, posisikan diri sebagai orang lain, pikirkan seribu langkah ke depan, tidak perlu menghakimi orang lain, berbuat baik itu menyenangkan, orang yang bermanfaat adalah sebaik-baiknya orang, kesenangan bisa didapatkan dari membantu orang lain, hidup tidak perlu penyesalan karena tidak akan mengubah masa lalu, hidup tidak perlu khawatir karena tidak akan mengubah masa depan, introspeksi diri sendiri, untuk berkembang saya harus keluar dari zona nyaman, tingkatkan iman dan takwa, kenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, keluarga dan teman-teman juga merupakan prioritas, jangan takut untuk mencoba, cari pengalaman sebanyak mungkin, pelajaran bisa didapatkan dari apa saja, dengarkan orang lain tapi saring lagi apa yang mereka katakan, jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, hidup itu indah, bersyukurlah dalam kondisi apapun, dan semua nilai-nilai ini akan selalu berkembang seiring perjalanan hidup saya di dunia ini.
May 12, 2014
The A Team 2014: Jaya, Jaya, Jaya!
Saya tidak ingin menyesal hidup di dunia ini, itu mengapa saya masih berani mencoba Internal Mooting 2014, setelah turun jabatan sebagai Director ALSA LC UI, serta sambil mengerjakan skripsi yang harus selesai semester ini agar dapat lulus. Dan saya harus mengatakan ini adalah salah satu pengalaman terbaik saya selama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Berikut adalah beberapa hal yang tidak ingin saya lupakan dari tim ini:
- Tim kami adalah tim yang mau bekerja keras. Terlihat dari durasi dan intensitas latihan kita, memotong hari libur, akitifitas dengan keluarga dan teman, dan lain-lain.
- Tim kami memiliki komposisi yang ideal. Terdapat orang yang pintar riset, pintar acting, pintar berbicara, pintar berkas, pintar koordinasi, pintar berpikir kreatif, dan pintar mengetahui kemampuan orang lain sehingga bisa membagi-bagi tugas dengan baik.
- Tim kami memiliki lelucon yang akan selalu saya rindukan, seperti lelucon intonasi, lelucon cari berbicara, lelucon gerak-gerik lucu, lelucon kata-kata, bahkan lelucon "vulgar" yang tiada henti. Setidaknya lelucon ini yang dapat membuat mata kami terbuka hingga fajar.
- Tim kami membuat kami sebagai anggotanya menganggap mooting bukanlah sebuah beban, melainkan tujuan bersama yang ingin kami raih. Sehingga, latihan bersama menjadi terasa menyenangkan.
- Tim kami tidak pernah menjalin "tali kasih". Ini merupakan hal yang jarang bagi suatu tim mooting, dimana selama satu bulan lebih kita latihan tidak pernah kami melewati "tali kasih" dimana semua orang menyampaikan kekesalannya terhadap timnya sendiri. Bukan berarti kami tidak memiliki potensi untuk konflik, melainkan manajemen perasaan dan atmosfer tim disini cukup baik sehingga dapat selalu meredakan konflik yang berpotensi muncul.
- Tim kami kompak, solid, dan menjalani semua hal bersama. Hal tersebut terlihat pada latihan tiap malam, pengerjaan, pengumpulan berkas, hingga pengumuman atas hasil dari perlombaan, kami selalu menghadapinya bersama-sama dengan lengkap tanpa kurang satu orang pun.
- Tim kami tetap mengerjakan berkas hingga mengumpulkannya dengan tepat waktu (1 Mei 2014 pukul 15.00 WIB, tepat dengan batas waktu yang ditentukan panitia), dan kami mengerjakannya bersamaan dengan teman-teman anggota tim angkatan 2012 dan 2013 menjadi panitia Ecomp.
- Tim kami tidak patah semangat saat adanya keterbatasan akomodasi ruangan latihan dan lain-lain. Kami berlatih hampir sebulan di Student Center, bahkan dua malam di kantin Margonda Residence, dan kami tetap semangat.
- Tim kami mengajari kami arti dari kata "berjuang" dengan mati-matian namun dengan cara yang menyenangkan.
Atas perjuangan yang telah kami lakukan di atas selama satu bulan lebih, akhirnya kami berhasil mendapatkan penghargaan sebagai berikut:
- Majelis Hakim Terbaik Pool A
- Penuntut Umum Terbaik Pool A
- Penasehat Hukum Terbaik Pool A
- Berkas Terbaik Pool A
- Majelis Hakim Terbaik Final
- Penuntut Umum Terbaik Final
- Juara 2 Internal Mooting Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2014
Untuk itu, saya sebagai Ketua Tim Internal Mooting dari The A Team 2014 ingin mengucapkan orang-orang yang telah banyak berjasa, antara lain:
- Rhezza Adsadera
- Gilang Nusantara
- Bani Rahmania
- Tsaniya Ingrida
- Fahdrazi Fahmy
- Ninda Afifah
- Nabadita Octovy
- Jeremiah Sianturi
- Firdha Amalia
- Yohanes Partogi
- Devina Ariany
- Astari Fadhila
- Erico Novianto
- Yudi Riyanto
- Nadya Cesaria
serta mentor kami yakni:
- M. Tanziel Azizie
- Ray Baskoro
karena telah luar biasa membantu saya agar tidak menyesal sebagai mahasiswa hukum. Kalian tidak akan bisa saya lupakan. Dan terima kasih juga kepada Board of Directors ALSA LC UI 2104 (Ganis Syahputra, Zessica Nababan, Aldhira Pramantari, dan Rizkya Metrisa) yang selalu membantu kami sejak pendaftaran hingga pengumuman, padahal ada banyak kerjaan yang juga harus kalian kerjakan.
Pada akhir pengumuman saat kita mendapatkan juara kedua dengan nilai yang sama dengan juara pertama, saya sendiri (dan beberapa teman lainnya) menangisi hal ini. Mungkin terdapat sedikit kekecewaan, namun kami ikhlas menerimanya. Dan menangis, mungkin itu bisa dijadikan indikator rasa sayang kami terhadap tim yang telah menjadi keluarga paling dekat selama satu bulan ke belakang. Dan pastinya, pembelajaran kami dapatkan, bahwa diatas semua usaha yang kita lakukan masih terdapat Tuhan yang menentukan.
Kebersamaan yang kita jalani tidak terlalu lama, namun pelajaran yang saya dapatkan dari kalian sudah luar biasa. Terima kasih, teman-teman. Saya sayang kalian!
![]() |
| Penghargaan dari ALSA LC UI |
| Sertifikat Juara 2 |
![]() |
| Setelah Penampilan Penyisihan |
| Setelah Penampilan Final |
![]() |
| Majelis Hakim Penyisihan dan Final |
![]() |
| Penuntut Umum Penyisihan dan Final |
| Penasehat Hukum + Terdakwa Penyisihan dan Final |
![]() |
| Selfie versi cut |
April 13, 2014
Definitely Different
Jika saya boleh memberikan saran, maka saran itu akan berupa himbauan untuk berhati-hati mendefinisikan bahwa Anda jatuh cinta. Karena cinta dan sayang itu berbeda. Ber-be-da. Dan menjalani hubungan spesial dengan seseorang tidak cukup hanya dengan rasa sayang. Sekian
March 14, 2014
Satu Semangat Mengacungkan Tangan
Di kelas siang itu, dosenku memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang ia sampaikan. Semalam sebelumnya, aku
telah terlebih dahulu membaca dan menyerap isi materi dari perkuliahan siang
itu dari buku yang aku pinjam di perpustakaan minggu lalu. Aku bersyukur otakku
masih dapat bekerja sebagaimana fungsinya, jawaban dari pertanyaan dosen
tersebut telah aku ketahui dan siap aku luncurkan di tengah ruangan lebar
berkapasitas seratus orang tersebut.
Tapi ada yang mengganjal. Tanganku tidak dapat bergerak.
Tanganku tidak ingin berpindah tempat dari pangkuanku. Tangan bandel yang tidak
ingin dinaikkan ke atas agar dosen tersebut dapat melihat bahwa aku hendak
menjawab pertanyaan yang beliau ajukan. Aku bingung dengan kelakuan tanganku
sendiri yang berani membangkang.
Telah terjadi pergulatan hebat di dalam pikiranku. Sebagian
dari diriku menginginkan menjawab pertanyaan dari dosen tersebut, semata-mata
demi kepentingan akademis dan ilmu pengetahuan bagi diriku dan rekan
seperjuangan mahasiswa lainnya. Aku tahu jelas jawabannya dan aku akan dapat
menjawabnya dengan tepat. Namun, sebagian dari diriku yang lain memaksa
tanganku kaku tak berpindah agar dosen tersebut tidak menunjukku untuk menjawab
pertanyaan yang beliau berikan.
Ini adalah ...
Takut. Rasa takutlah yang membuat tanganku diam seperti
batu. Kekhawatiran berlebihan dari pikiranku sendiri saat ada sembilan puluh
sembilan pasang mata menatap diriku begitu aku mengeluarkan kata pertama dari
mulutku. Mata yang menatap menghakimi. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan,
apakah mereka menganggap aku bodoh, sok tahu, bahkan tidak tahu malu sehingga
berani menjawab pertanyaan dari dosen hanya dengan bermodalkan ilmu yang aku
miliki.
Apakah akan berakhir seperti ini?
Dalam kepelikan batinku, aku berpikir. Bagaimana jadinya
jika semua orang sepertiku. Bagaimana jika tidak ada lagi santri yang berani
menjadi ustad yang berdakwah karena takut dianggap sesat? Bagaimana jika tidak
ada lagi atlet yang berani bertanding atas nama bangsa karena takut membawa
kekalahan yang memalukan? Bagaimana jika tidak ada lagi rakyat yang berani
untuk jadi pemimpin negeri ini karena takut menerima kritikan pedas dari
rakyatnya sendiri?
Ketakutan-ketakutan itu adalah awal kehancuran, dan aku
tidak mau menjadi orang yang melakukannya.
Aku diam dan berpikir. Pergulatan batin kembali terjadi. Hingga
akhrinya, aku berhasil mengalahkan rasa takutku. Semangat itu datang. Satu semangat mengacungkan
tangan.
Otakku berhasil memberikan sinyal perintah untuk tangan kananku.
Bergerak perlahan tetapi pasti. Tinggi menjulang ke arah langit-langit kelas.
Pada siang itu, aku menjawab pertanyaan yang diajukan oleh
dosenku di dalam kelas. Aku telah melakukan perubahan.
March 10, 2014
Teori Albothyl
Penjelasan Singkat:
Albothyl adalah salah satu obat sariawan yang paling ampuh. Penderita sariawan dapat segera sembuh setelah menggunakan cairan ini, namun rasa perih saat penggunaan akan terasa hebat.
Pilihan Penderita:
1. Tidak menggunakan Albothyl.
2. Menggunakan Albothyl.
Pilihan Pertama:
Rasa sakit: tidak seberapa
Durasi derita: tidak menentu
Alasan: penderita sariawan terlalu takut untuk menggunakan Albothyl karena rasa perih yang ditimbulkan
Konsekuensi: sariawan tidak akan sembuh sampai waktu yang tidak bisa ditentukan
Pilihan Kedua:
Rasa sakit: sangat perih saat penggunaan
Durasi derita: hanya sampai saat setelah penderita menggunakan Albothyl
Alasan: penderita tidak kuasa menahan lamanya sariawan, lebih baik perih hebat terasa untuk terakhir kalinya dengan menghilangkan sariawan itu sendiri.
Konsekuensi: sariawan akan sembuh segera setelah perihnya Albothyl mengenai titik sariawan
Analogi:
Sariawan: masalah
Albothyl: penyelesaian masalah
Penjelasan:
Masalah yang membuat kita menderita dapat dianalogikan sebagai sariawan bagi penderitanya. Terasa menyakitkan dan akan bertahan entah sampai kapan jika tidak disembuhkan. Meskipun rasa perih yang dirasakan tidak seperih saat menggunakan cairan Albothyl, atau bisa dikatakan saat penyelesaian masalah sedang berlangsung. Penyelesaian masalah dianggap sebagai Albothyl yang dapat menyembuhkan sariawan. Mungkin akan lebih terasa menyakitkan saat penyelesaian masalah sedang dilakukan, namun rasa sakit itu akan hilang seketika setelah dilakukannya penyelesaian masalah tersebut.
Pertanyaan:
Apakah kamu lebih memilih untuk menahan rasa perih sariawan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan, atau menahan rasa perih albothyl untuk waktu yang akan segera berakhir?
Apakah kamu lebih memilih untuk menahan rasa perih menghindari masalah hingga waktu yang tidak bisa ditentukan, atau menahan rasa perih penyelesaian masalah untuk waktu yang akan segera berakhir?
Kunci Keberhasilan Penggunaan Albothyl:
Keberanian
February 17, 2014
To Be Clear Enough
I am certainly not in love. Well yes, I can never stop staring at her everytime she walks in front of me. But I can't feel the butterfly. There is no skipping heartbeat.
January 19, 2014
Tidak Akan Pernah Sia-Sia
Banyak orang yang bertanya mengapa sampai pada tahap ini saya masih melakukan tugas ini. Rutinitas tiada akhir. Tahun ketiga saya melaksanakannya. Pernah saya berdiskusi dan berkesimpulan bahwa hanyalah "orang gila" yang mau melakukan apa yang saya lakukan sekarang. Saya tidak bisa mundur. Ini adalah pilihan saya, yang harus saya cintai. Saya hanya butuh bertahan dan melakukan yang terbaik.
Untuk itu, saya ingin berterimakasih kepada Tuhan yang memberikan saya alasan untuk mengerjakan ini semua:
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku"
(Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
Setidaknya saya tahu yang saya lakukan tidak akan pernah sia-sia.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Humble
You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...
-
Having them as my role models is one of the best gift from God. Due to them, I now realize that my next goal is not to be excellent at my j...
-
I live my life with lots of measuring, logically and rationally. I learned last night, thanks to Mom, that life is beyond than that. Even t...
-
Kita semua tau apa itu target, dalam pelatihan motivasi manapun pasti seseorang akan disuruh untuk membuat target untuk mengontrol pencapai...





