June 20, 2013

Brain and/or Heart

Bertahun-tahun saya terdoktrin bahwa otak adalah segalanya, yang menentukan. Benar memang, bisa seperti itu. Namun apakah itu tepat? Belum tentu. Di usia saya yang ke-20 ini, saya baru menyadari bahwa hati juga perlu diseimbangkan dengan otak. 

"Think with your brain, but let your heart decide"

Kira-kira seperti itu rangkuman antara hati dan otak. Blog ini nampaknya sudah sangat kental dengan Disket Otak-nya. Tidak akan saya ganti, mungkin itu sudah menjadi semacam cap untuk saya. Namun, akan saya tambahkan sedikit formula agar otak dan hati bisa menjadi pasangan yang tidak saling mendominasi, namun menjadi saling menyokong, mensupport, dan menunjang satu sama lain untuk menjadi lebih baik.

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...