Bertahun-tahun saya terdoktrin bahwa otak adalah segalanya, yang menentukan. Benar memang, bisa seperti itu. Namun apakah itu tepat? Belum tentu. Di usia saya yang ke-20 ini, saya baru menyadari bahwa hati juga perlu diseimbangkan dengan otak.
"Think with your brain, but let your heart decide"
Kira-kira seperti itu rangkuman antara hati dan otak. Blog ini nampaknya sudah sangat kental dengan Disket Otak-nya. Tidak akan saya ganti, mungkin itu sudah menjadi semacam cap untuk saya. Namun, akan saya tambahkan sedikit formula agar otak dan hati bisa menjadi pasangan yang tidak saling mendominasi, namun menjadi saling menyokong, mensupport, dan menunjang satu sama lain untuk menjadi lebih baik.
No comments:
Post a Comment