January 13, 2016

A Mind Blowing Dialogue

I randomly watched "Rectoverso" on youtube while I was working this afternoon. And I heard this mind blowing dialogue.

Kisah aku. Kisah aku tentang seorang sahabat aku yang lahir di negeri orang. Dia hidup dalam keluarga yang sangat sederhana. Setiap kali ibunya harus menyediakan ayam sebagai lauk, ibunya mesti pergi ke pasar untuk membeli ayam. Tapi cuman bagian punggungnya saja. cuma itu yang mampu dia beli. Akhirnya sahabat aku itu pun tumbuh dewasa dengan hanya mengetahui kalau ayam itu cuman mempunyai bagian punggung. Dia ga pernah tahu ada dada, paha, atau sayap. Punggung, menjadi satu-satunya definisi dia mengenai ayam.
Kalau aku, aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada seseorang yang aku sanggup aku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hanya sanggup aku nikmati bayangannya tapi tak akan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir bagaikan bintang jatuh sekelebat kemudian menghilang begitu saja tanpa sanggup tangan ini mengejar. Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.
Tapi sekarang justru menurut aku sahabat aku itu orang yang paling berbahagia. Dia bisa begitu menikmati punggung ayam, karena cuma itu yang dia tahu. Sedangkan aku, aku justru orang yang paling bersedih. Karena aku tahu, apa yang ngga bakalan pernah bisa aku miliki.

"Hanya Isyarat"
Directed by Happy Salma
Assistant Director Rieviena Yulieta
Written by Key Mangunsang
Soundtrack by Drew

Cast
Al: Amanda Soekasah
Raga: Hamish Daud
Tano: Fauzi Baadillah
Bayu: Rangga Djoned
Dafi: Prianggadi Adiyatama

1 comment:

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...