Kehidupan baru ini memang terasa lebih berwarna, saya berinteraksi dengan berbaga macam orang dalam waktu yang intensif. Perbedaan juga saya rasakan karena aktivitas terberharga dan menyenangkan lagi membuat stress saya yang berjudul YPM sudah kelar dan alhamdulillah sudah kelar. Saya lulus, 96,92. Bukan angka yang buruk sama sekali, namun masih berada di urutan ke-11 dari semua murid YPM yang lain. Memang mereka semua luar biasa. Lalu sekarang saya bernaung saja di Barel, merasakan menjadi anak kos yang selalu bersama dengan teman-teman. Hal yang saya khawatirkan dahulu pada saat teman-teman SMA saya telah berangkat ke luar negeri untuk menuntut kuliah terjawab sudah. Saya mempunyai teman baru, kegiatan baru, aktivitas baru, yang saya cintai. Dengan tetap bermain perkusi bersama Lamuru yang tidak mau ketinggalan serunya! Yang jelas saya bersyukur karena ke-zonk-an yang saya pikirkan dahulu terjawab dengan waktu dan saya mulai menikmati apa yang ada didepan hadapan mata saya. Satu masalah yang masih saya hadapi adalah, bagaimana cara menjadi lebih produktif, seproduktif bahkan lebih produktif daripada dulu pada saat saya masih menjadi siswa YPM. Hal itu bukan hanya butuh diijawab waktu, tapi juga pemikiran. Saya dituntut berpikir kreatif untuk dapat melakukan banyak hal, termasuk membuat rencana. Jadi, mari berbahagia teman-teman!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Humble
You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...
-
Having them as my role models is one of the best gift from God. Due to them, I now realize that my next goal is not to be excellent at my j...
-
I live my life with lots of measuring, logically and rationally. I learned last night, thanks to Mom, that life is beyond than that. Even t...
-
Kita semua tau apa itu target, dalam pelatihan motivasi manapun pasti seseorang akan disuruh untuk membuat target untuk mengontrol pencapai...
No comments:
Post a Comment