August 26, 2010

Mau Jadi Demonstran?

Kuliah, dunia yang benar-benar baru. Dunia yang sedang saya singgahi saat ini, sebagai pengunjung baru, saya masih menyesuaikan dengan apa yang ada di dunia baru ini, yang jelas saya akan menjalaninya dengan penuh warna.
Saya adalah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, sebuah tempat yang dipilihkan oleh Allah SWT sebagai jalan menuju karir dan pengabdian terhadap bangsa dan negara Indonesia. Terdapat banyak hal baru yang saya temua disini, namun saya ingin membahas satu topik yang menurut saya populer dan sering dibahas dikalangan mahasiswa (setidaknya mahasiswa rekan-rekan saya sefakultas) yaitu "demonstrasi".
Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal ini? Saya pribadi akan mengungkapkan apa yang saya rasa untuk hal yang satu ini. Jujur saja, saya pribadi termasuk orang yang tidak setuju dengan aksi demonstrasi. Mengapa? Karena beberapa alasan ini.
Saya masih tidak bisa melihat apa tujuan dari demonstrasi. Untuk apa orang mendemo? Supaya masuk TV? Supaya terlibat aktif dalam sebuah organisasi? Tanda kepedulian mahasiswa terhadap bangsa? Tidak setuju dan ingin melakukan aksi protes terhadap pemerintah? Untuk apa? Jika memang aksi demonstrasi adalah cara terakhir agar pemerintah setuju dengan suara dari mahasiswa, apakah itu berpengaruh terhadap perubahan kebijakan tersebut? Apakah pemerintah akan membuka telinga untuk mendengar mahasiswa yang berdemonstrasi di jalan? Kalau saya menjadi pemerintah, mungkin saya tidak akan menggubris para demonstran. Sebagai mahasiswa saya lebih setuju dengan membuat pemikiran yang logis dan bermanfaat yang berhubungan dengan kebijakan publik dan memberikan usul tersebut kepada pemerintah, ataupun kepada universitas. Tentu saja tidak dengan cara bodoh seperti mengetuk pintu DPR dan langsung ingin berbicara kepada komisi tertentu untuk mengusulkan suatu hal, namun dengan cara yang cerdik dan efektif dengan didasari sebuah teori kuat dan berguna bagi bangsa sehingga akan menggerakkan hati pemerintah untuk mempertimbangkan usulan kita. Cara apa itu? Saya jujur saja belum tau cara yang efektif, namun saya yakin pasti ada caranya. Mungkin dengan menjadi mahasiswa berprestasi atau menjadi orang terkenal akan membuat suara kita, yang mungkin juga mewakili suara dari mahasiswa, didengar oleh orang lain. Pasti ada berbagai macam cara, selain berdemo. Lagi pula seperti yang kita tahu, demonstrasi massa akan setidaknya menimbulkan kerugian masyarakat, entah itu membuat macet, bising, dan lain-lain. Kepedulian terhadap bangsa bukan berarti berada di front depan untuk berbicara dengan keras dan menghakimi pemerintah. Kepedulian juga bisa berarti belajar keras dengan niat ikhlas mengabdi pada negara setelah lulus nanti. Jika memang seseorang peduli terhadap bangsa, tentnya seseorang tersebut tidak akan ragu untuk memberikan kontribusi tenaga dan pikirannya untuk bangsa ini. Dan menurut saya, orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa berbuat sesuatu untuk memperbaikinya, tidak ada gunanya sama sekali. Siapa yang tahan dengan mulut besar tanpa skill dan kemauan untuk menjalankan tugas. Ini semua tergantung dari pandangan kita masing-masing tentang pengabdian terhadap bangsa, apakah dengan cara berdemo, atau dengan cara lain? Silahkan temukan jawaban Anda sendiri.

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...