October 29, 2009

Disket Otak Versi Super

Semenjak kelas 3 SMA ini, saya mempunyai hobi baru. Sebuah hobi yang unik, menyenangkan, dan kreatif. Hobi baru saya adalah bermimpi. Bukan tidur, namun memikirkan cita-cita, masa depan, dan apa yang akan terjadi berikutnya di kehidupan mendatang. Hobi ini terinsprirasi dari novel-novel yang saya baca dan membuat saya ingin bercita-cita.
Setiap orang mempunyai mimpinya masing-masing. Mimpi tersebut bukan suatu hal yang dapat ditentukan orang lain. Setiap orang dapat menentukan mimpinya masing-masing. Yang membedakan bukan dari mimpinya, namun dari seberapa besar keinginan seseorang untuk mencapai mimpi tersebut dan seberapa tinggikah seseorang mau dan berani untuk bermimpi.
Misalkan ada seseorang yang bermimpi untuk jadi manager perusahaan. Mengapa tidak sekalian saja bermimpi jadi pemilik perusahaan? Orang tersebut mengatakan bahwa ia takut gagal jika sudah bermimpi muluk, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Dari sini, seseorang bisa dilihat apakah ia takut mengalami gagal, atau ia menganggap kegagalan itu adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Hidup ini sangat variatif. Bahagia, sedih, senang, kecewa, berhasil, dan gagal adalah bagian dari hidup. Jadi, untuk apa kita takut sesuatu yang merupakan bagian dari hidup ini. Seperti kata pepatah, hidup adalah roda.
Mimpi-mimpi yang fantastis, usaha yang keras, dan yang paling penting doa kepada Allah SWT agar diberikan yang terbaik. Hidup ini mungkin adalah jalan skenario Tuhan, setiap orang mempunyai peran dan jalannya masing-masing. Manusia yang merupakan pemain sandiwara kehidupan ini dapat menentukan juga alur cerita kehidupannya jika ia berjuang keras untuk itu. Usaha yang maximal, dan serahkan semuanya pada Allah SWT dan selalu percaya dan berdoa agar kita mendapatkan yang terbaik. Pasanglah disket otak jenis ini dan insyaAllah hidup akan terasa indah saja.

Jurnalis Muda

Materi kewarganegaraan hari ini adalah tentang pers dari mulai hak, kewajiban, kebasan, teknik, dan lain sebagainya. Namun di sela pelajaran, guru saya bercerita sesuatu. Ia mengatakan bahwa pada 10 tahun mendarang, politik di Indonesia masih belum bagus. Ia mengatakan hal itu menyebabkan 2 kemungkinan jika kita terlibat dalam dunia politik, keluar atau ikut bermain kotor.
Karena yang saya pelajari tadi mengatakan bahwa pers di era reformasi ini kebebasannya tidak terbatas, maka saya ingin berpendapat juga tentang apa yang dikatakan guru saya tadi. (anggap saja saya jurnalis muda yang ingin menuliskan tulisannya ke media cetak)
Pandangan saya dengan apa yang guru saya katakan tadi berbeda. Saya berpendapat bahwa pasti ada jalan untuk kita jika terjun dalam dunia politik dengan tetap bersih dan bertahan sampai unggul di dunia tersebut. Walaupun dengan jalan yang sulit dan berliku-liku. Lagi pula, untuk mengubah dunia tersebut yang dibilang kotor, harus ada yang berani untuk mencoba. Jika kita semua mau dan berani, tidak ada yang tidak mungkin. Dalam kamus kehidupan, tidak ada kata tidak bisa kalau kita mau. Namun, itu memang kembali lagi ke pribadi orang masing-masing tentang apa tujuan hidup seseorang.

October 15, 2009

Indonesia Maju, Ya/Tidak?

Hanya tinggal hitungan hari kabinet baru Indonesia tahun 2009-2014 akan terbentuk. Pemerintahan SBY-Boediono beserta jajaran menteri-menterinya yang akan membawa Indonesia menuju negara yang lebih baik. Rakyat Indonesia (saya sendiri) sangat mengharapkan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Saya berharap Indonesia dapat berkembang dengan bantuan staf menteri yang telah dipilih.
Untuk kita generasi muda, sekarang yang kita bisa lakukan hanya melihat dan memantau. Namun, dalam waktu yang tidak terasa kita mungkin sudah ada di posisi mereka. Untuk itu, cintailah negara kita sendiri. Kebanyakan orang yang berpotensi terjun langsung dalam pemerintahan masyarakat memilih untuk menjadi ilmuwan atau pengusaha sehingga sangat disayangkan potensi yag dimilikinya untuk dapat memajukan bangsa ini sia-sia. Orang yang bercita-cita meniti karir menjadi pegawai dan mengabdikan dirinya untuk Indonesia hanyalah kaum minoritas. Bahkan ada pula yang memilih bekerja semata-mata agar mendapatkan uang dan bahagia dengan kemewahan hidupnya.
Bagaimana nasib Indonesia kalau warga negara nya sendiri saja sudah tidak peduli? Untuk apa orang Indonesia menhina-hina negara tetangga kalau kita sendiri tidak menghargai budaya kita? Jika memang kita cinta Indonesia dan mau melihat Indonesia maju, maka berjuanglah! Jangan bekerja dengan melihat apa yang dapat orang berikan ke kita, namun lihatlah apa yang dapat kita berikan ke orang lain atau negara ini. Dengan adanya kemauan, pasti ada jalan. Dan jika semua orang berpikiran seperti itu, maka bukan mustahil bangsa dan negara kita menjadi negara maju dan unggul dari negara-negara di dunia ini.
(harap memaklumi kesalahan yg ada)

October 09, 2009

Nyangkut

Kalau ada sesuatu yang mau dikatakan, jangan ditahan!
Kalau udah sampe tenggorokan masih ditahan, muntahin aja!
Sebelum nyesel karena ga jadi ngomong

Humble

You've succeeded once, or maybe several times. You remember that taste of winning, the pleasure of being superior. People knew you for y...