Semenjak kelas 3 SMA ini, saya mempunyai hobi baru. Sebuah hobi yang unik, menyenangkan, dan kreatif. Hobi baru saya adalah bermimpi. Bukan tidur, namun memikirkan cita-cita, masa depan, dan apa yang akan terjadi berikutnya di kehidupan mendatang. Hobi ini terinsprirasi dari novel-novel yang saya baca dan membuat saya ingin bercita-cita.
Setiap orang mempunyai mimpinya masing-masing. Mimpi tersebut bukan suatu hal yang dapat ditentukan orang lain. Setiap orang dapat menentukan mimpinya masing-masing. Yang membedakan bukan dari mimpinya, namun dari seberapa besar keinginan seseorang untuk mencapai mimpi tersebut dan seberapa tinggikah seseorang mau dan berani untuk bermimpi.
Misalkan ada seseorang yang bermimpi untuk jadi manager perusahaan. Mengapa tidak sekalian saja bermimpi jadi pemilik perusahaan? Orang tersebut mengatakan bahwa ia takut gagal jika sudah bermimpi muluk, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Dari sini, seseorang bisa dilihat apakah ia takut mengalami gagal, atau ia menganggap kegagalan itu adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Hidup ini sangat variatif. Bahagia, sedih, senang, kecewa, berhasil, dan gagal adalah bagian dari hidup. Jadi, untuk apa kita takut sesuatu yang merupakan bagian dari hidup ini. Seperti kata pepatah, hidup adalah roda.
Mimpi-mimpi yang fantastis, usaha yang keras, dan yang paling penting doa kepada Allah SWT agar diberikan yang terbaik. Hidup ini mungkin adalah jalan skenario Tuhan, setiap orang mempunyai peran dan jalannya masing-masing. Manusia yang merupakan pemain sandiwara kehidupan ini dapat menentukan juga alur cerita kehidupannya jika ia berjuang keras untuk itu. Usaha yang maximal, dan serahkan semuanya pada Allah SWT dan selalu percaya dan berdoa agar kita mendapatkan yang terbaik. Pasanglah disket otak jenis ini dan insyaAllah hidup akan terasa indah saja.
Setiap orang mempunyai mimpinya masing-masing. Mimpi tersebut bukan suatu hal yang dapat ditentukan orang lain. Setiap orang dapat menentukan mimpinya masing-masing. Yang membedakan bukan dari mimpinya, namun dari seberapa besar keinginan seseorang untuk mencapai mimpi tersebut dan seberapa tinggikah seseorang mau dan berani untuk bermimpi.
Misalkan ada seseorang yang bermimpi untuk jadi manager perusahaan. Mengapa tidak sekalian saja bermimpi jadi pemilik perusahaan? Orang tersebut mengatakan bahwa ia takut gagal jika sudah bermimpi muluk, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Dari sini, seseorang bisa dilihat apakah ia takut mengalami gagal, atau ia menganggap kegagalan itu adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Hidup ini sangat variatif. Bahagia, sedih, senang, kecewa, berhasil, dan gagal adalah bagian dari hidup. Jadi, untuk apa kita takut sesuatu yang merupakan bagian dari hidup ini. Seperti kata pepatah, hidup adalah roda.
Mimpi-mimpi yang fantastis, usaha yang keras, dan yang paling penting doa kepada Allah SWT agar diberikan yang terbaik. Hidup ini mungkin adalah jalan skenario Tuhan, setiap orang mempunyai peran dan jalannya masing-masing. Manusia yang merupakan pemain sandiwara kehidupan ini dapat menentukan juga alur cerita kehidupannya jika ia berjuang keras untuk itu. Usaha yang maximal, dan serahkan semuanya pada Allah SWT dan selalu percaya dan berdoa agar kita mendapatkan yang terbaik. Pasanglah disket otak jenis ini dan insyaAllah hidup akan terasa indah saja.